IMO Evakuasi 11 Ribu Pelaut Di Selat Hormuz, Jalur Pelayaran Dunia Mulai Dibuka
KOMPAS.TV - Organisasi Maritim Internasional atau IMO meluncurkan operasi besar-besaran untuk mengevakuasi lebih dari 11.000 pelaut yang terdampar di kawasan Selat Hormuz. Langkah ini dilakukan setelah berbulan-bulan gangguan pelayaran akibat konflik Amerika Serikat-Iran memicu ketidakpastian di salah satu jalur energi dan perdagangan terpenting dunia. Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB menyebut operasi ini dilakukan setelah IMO memperoleh jaminan keselamatan dan memastikan kondisi navigasi aman. Evakuasi akan dijalankan bersama Iran, Oman, Amerika Serikat, negara-negara pesisir kawasan, serta industri maritim untuk membantu kapal-kapal yang masih tertahan di Teluk. Krisis di Selat Hormuz tak hanya mengganggu arus kapal tanker dan kapal kargo, tetapi juga menimbulkan dampak kemanusiaan serius. Sedikitnya 14 pelaut tewas dalam 46 serangan terhadap kapal selama periode konflik. Sementara itu, lalu lintas kapal memang mulai pulih setelah nota kesepahaman AS-Iran di Swiss pada 17 Juni 2026, tetapi pergerakan kapal masih belum kembali ke level normal sebelum perang. Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi pengiriman minyak dan gas dunia. Karena itu, setiap gangguan di kawasan ini berpengaruh langsung terhadap harga energi global, rantai pasok, dan keamanan perdagangan internasional. Lalu seperti apa skema evakuasi 11.000 pelaut ini? Mengapa kapal-kapal masih bergerak sangat hati-hati meski Selat Hormuz mulai dibuka? Dan seberapa besar dampaknya terhadap pasokan minyak dunia? Menurut Anda, apakah pembukaan kembali Selat Hormuz dan evakuasi besar-besaran ini cukup untuk memulihkan stabilitas pelayaran internasional? (NADINE ALIN) #selathormuz #hormuz #imo #pbb #iran #amerikaserikat #asiran #pelaut #kapaltanker #PelayaranInternasional #minyakdunia #geopolitik #timurtengah #beritainternasional #kompastv Sahabat Kompas TV Jember, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Jember, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia. Sahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv Facebook : https://www.facebook.com/profile.php?... Instagram : https://www.instagram.com/kompastv_je... Tiktok: / kompastv_jember Twitter : / kompastv_jember KOMPASTV JEMBER CHANEL 54 UHF Alamat Redaksi: Jl. KH. Wahid Hasyim - 22C, Kel. Kepatihan - Kec. Kaliwates - Jember

BERSIH-BERSIH FANS JEPANG PENCITRAAN? Dipuji Dunia, Dibantah Warganya Sendiri! | LearningByGoogling

🔴BREAKING NEWS - Saling Klaim AS-Iran soal Kendali Selat Hormuz

How Toilet Bowls Are Made | Amazing Toilet Bowl Manufacturing Process in Pakistan

Middle East Political Analyst on Iran-US Peace Deal, Is the War Coming to an End?

IHSG Terkoreksi Saat Prabowo Berpidato? Pengamat Soroti Figur Pemimpin & Kepastian Pasar

STREET FOOD PASAR TRADISIONAL! Rp 50.000 Dapat Apa? - PRANK BULE JOWO

Iran: Terima Kasih Amerika | AKIM tvOne

INDONESIA & PHILIPPINES AGREE TO IDR 6.3 TRILLION BARTER!! DEDOLLARIZATION BEGINS, WILL THE RUPIA...

Sayembara Rp250 Juta Jadi Sorotan! Rekan Taufik Ingin Berikan Uang Ke Korban

Nothing about the honey badger is normal... and here is why

Wibawanto: China Tidak Mau Timur Tengah Berdarah & Iran Hancur. Selat Hormuz Kembali Ditutup

JANGAN ANGGAP REMEH! Daftar Jajanan Kaki Lima Indonesia yang Paling Sering Kena Warning Dokter!

How US Air Force B 52 Pilot Performed an Emergency Takeoff at Full Speed

Israeli Minister "Attacks" US, Boasts of Taking On Iran Alone

4 Megaprojects Under Construction to Bypass the Strait of Hormuz

TRUMP FURIOUS AT NETANYAHU FOR SABOTAGING PEACE!! - Ust. Pizaro Gozali

LIVE STREAMING 24 JAM KOMPASTV

Südafrika – Südkorea Highlights | Gruppe A, FIFA WM 2026 | sportstudio

Inside a Rough, Old-School Banana Blossom Processing Factory You’ve Never Seen Before

