Nasib Tragis Pencipta Lagu Garuda Pancasila dan Genjer-Genjer - Dituding PKI hingga Dihilangkan
Setelah ditangkap Muhammad Arief, pencipta lagu Genjer-jenjer pun hilang dan tak diketahui kuburanny hingga saat ini. Bagaimana pencipta lagu Garuda Pancasila ??? Garuda Pancasila dan lagu Genjer-genjer merupakan karya dari dua seniman yang kemudian bergabung dengan Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra) yang didirikan pada tanggal 17 Agustus 1950 yang kemudian berafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia. Lagu Genjer-genjer yang diciptakan pada 1940 an, sesungguhnya berisi syair yang merupakan bentuk sindiran pada kemiskinan yang terjadi di masa penjajahan Jepang. Di tahun 60-an, lagu ini sangat populer dinyanyikan Lilis Suryani dan juga Bin Slamet. Lilis Surjani yang lahir pada tangga 22 Agustus 1948 ini merupakan seorang penyanyi tenar masa tahun 60-an yang biasa pentas di Istana Presiden. Demikian pula dengan Bing Slamet yang dikenal sebagai artis serba bisa. Artis yang lahir pada tanggal 27 September 1927 juga ikut mempopulerkan lagu genjer genjer. Akan tetapi karya Muhammad Arif yang merupakan seniman Banyuwangi ini kemudian sering digunakan PKI dalam beberapa kampanye-kampanye yang dilakukaknnya. Lagu ini oleh PKI dianggap sebagai simbol rakyat miskin yang tertindas yang sesuai dengan arah perjuangan PKI yang mengidentikkan dirinya sebagai wakil dari buruh dan tani. Bahkan kemudian pada masa Demokrasi Terpimpin (1959-1966), Partai Komunis Indonesia (PKI) yang terus gencar melancarkan kampanye besar-besaran untuk meningkatkan popularitas, kerap menggunakan lagu yang menggambarkan penderitaan warga desa ini, menjadi salah satu lagu propaganda yang disukai dan dinyanyikan pada berbagai kesempatan. Akibatnya orang mulai mengasosiasikan lagu ini sebagai lagu PKI. Inilah yang membuat lagu ini kemudian menjadi identik dengan Partai Komunis Indonesia. Namun lain hal dengan lagu Garuda Pancasila yang diciptakan Sudharnoto pada 1956. Kendati kedua lagu ini merupakan lagu yang diciptakan oleh seniman Lekra, akan tetapi lagu ini tidak diidentikkan dengan PKI. Meskipun kedua lagu ini sama-sama terkenal dan diciptakan oleh dua orang seniman Lekra, nasib kedua lagu itu sangat berbeda di era Orba. Setelah peristiwa Gerakan 30 September 1965, lagu Genjer-genjer kemudian dimasukkan peti yang tak bisa dibuka, seiring dengan dikeluarkannya TAP MPRS XXV tahun 1966 tentang pembubaran PKI. Lagu genjer-genjer kemudian terlarang dan tak boleh dinyanyikan. Sebab jika ada yang berani melanggar maka hukuman berat akan mengancam. Lain halnya dengan lagu Garuda Pancasila. Lagu ini masih tetap bisa dinyanyikan dan bahkan menjadi salah satu lagu wajib nasional yang banyak dihafal para pelajar di Indonesia. Lalu bagaimana pula nasib kedua pencipta lagu ini? Setelah pecah peristiwa 30 September 1965, Pengarang lagu "Gendjer-gendjer" ini pun menghilang. Berdasarkan penuturan anak dari Muhammad Arief bernama Sinar Syamsi (61) yang dimuat di kompas.com, setelah rumah ayahnya yang berada di Jalan Kyai Shaleh Nomor 47, Kelurahan Temenggungan, Banyuwangi, dihancurkan oleh massa, Muhammad Arief sempat pamit keluar rumah. Namun Belakangan diketahui, ayahnya ditangkap Corps Polisi Militer (atau CPM). Mengetahui hal itu, Syamsi bersama ibunya, Suyekti akhirnya membakar buku-buku bacaan milik ayahnya yang berbau aliran kiri. Beberapa lama kemudian Syamsi bersama ibunya juga sempat menjenguk Muhammad Arief di Markas CPM. Pertemuan itu ternyata menjadi pertemua n terakhir Syamsi dengan ayahnya, sebab kemudian Muhammad Arif telah dipindahkan. Syamsi menceritakan bahwa sempat ia mendengar bahwa bapaknya dipindahkan ke Kalibaru. Kemudian mendengar lagi Muhammad Arif dipindahkan lagi ke Malang, lalu pindah lagi ditahanan di Lowokwaru, Malang. Namun ternyata berita yang diperoleh dari teman bapaknya itulah yang menjadi berita terakhir tentang keberadaan ayahnya, Muhammad Arif. Dan sampai saat ini Syamsi pun tidak pernah lagi mengetahui di mana keberadaan bapaknya. Nasib tragis yang menimpa Muhammad Arif tidaklah setragis yang terjadi pada diri Sudharnoto, sang pencipta lagu Garuda Pancasila? #1oktober1965 #g30s #g30spki #30september1965 #GenjerGenjer #GarudaPancasila #SejarahPKI #Lekra #MuhammadArif #Sudhanoto #SinarSyamsi #Banyuwangi #NasibPenciptaLaguGenjergenjer #NasibTragisPenciptaLaguGenjergenjer #idwaranwar • Nasib Tragis Pencipta Lagu Garuda Pancasil...

Bukan Genjer-genjer, Inilah Lagu Wajib PKI

MEMAHAMI D.N. AIDIT DALAM 28 MENIT

Cerita Svetlana Dayani, Putri Pemimpin PKI

Genjer-genjer | Vocal perempuan | Musik gamelan jawa

Mayor (Purn) HERMINTOYO : Saya buka semua! Prabowo "Todong Presiden Habibi" Saya paspampresnya!!

Detik-detik lengsernya presiden Soekarno

Sedikit demi sedikit, misteri Segitiga Bermuda mulai terungkap!

REAKSI SOEHARTO DISAMBUT LAGU GENJER GENJER DI KAMBOJA

IWAN FALS | SEJARAH NAMA FALS | IWAN FALS VS KICK ANDY | FULL

Soros, Swasembada pangan, Pesta Babi & Feri Amsari

"SANG MENTERI DUKUN" ORDE BARU | SUDJONO HUMARDANI

Pengakuan Jujur & Curahan Hati Mantan Ketua Gerwani
![[EKSKLUSIF] SATU-SATUNYA SAKSI MATA G30S/PKI yang Masih Hidup Beber Kondisi Dalam Sumur Lubang Buaya](https://i.ytimg.com/vi/SxEJ5nilTpU/hqdefault.jpg?sqp=-oaymwEjCNACELwBSFryq4qpAxUIARUAAAAAGAElAADIQj0AgKJDeAE=&rs=AOn4CLD3GZP_s5lLqMSGMjce5uv6qpO3Ww)
[EKSKLUSIF] SATU-SATUNYA SAKSI MATA G30S/PKI yang Masih Hidup Beber Kondisi Dalam Sumur Lubang Buaya

Ini Yang Terjadi Jika PKI Berkuasa

GENJER-GENJER - MUHAMMAD ARIF | Versi KERONCONG KLASIK Terbaru 2025 | by KENANGAN KERONCONG KLASIK

BIKIN KAGET! INILAH ORANG SAKTI PENDIRI PKI YANG MEMBAWA INDONESIA KE JALAN BERBAHAYA - SEMAOEN

Misteri Kematian Kahar Muzakkar | Inilah Kesaksian Orang yang Bertemu Sebelum Kejadian #sejarah

DIALOG MENGHARUKAN BUNG KARNO DAN PAK HARTO DIAKHIR MASA KEKUASAANNYA! MIKUL DHUWUR MENDHEM JERO!!!

These Bruce Lee Moments Changed Everything! 🤯🥋

