SARA, Wanita yang Imannya Mengubah Dunia ( Kejadian 11 - 23)

Sara bukan hanya dikenal sebagai isteri Abraham, tetapi juga sebagai seorang wanita yang belajar percaya kepada Tuhan di tengah penantian yang panjang dan berbagai ujian kehidupan. Melalui kehidupannya, kita dapat melihat bagaimana Tuhan setia menggenapi janji-Nya meskipun keadaan tampak mustahil. Pada mulanya, Sara bernama Sarai. Ia hidup bersama suaminya Abram di kota Ur-Kasdim, sebuah kota yang maju dan makmur pada zamannya. Sarai adalah seorang wanita yang cantik dan memiliki kedudukan yang baik. Namun ada satu hal yang menjadi kesedihan besar dalam hidupnya. Alkitab mencatat bahwa Sarai mandul dan tidak mempunyai anak. Pada zaman itu, tidak memiliki anak merupakan beban yang sangat berat bagi seorang wanita. Banyak orang menganggapnya sebagai aib dan sumber kesedihan. Meskipun demikian, Sarai tetap hidup bersama suaminya dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan setia. Suatu hari, Tuhan memanggil Abram untuk meninggalkan negerinya dan pergi ke tanah yang akan Tuhan tunjukkan. Tuhan berkata bahwa Ia akan menjadikan Abram bangsa yang besar dan melalui dia semua bangsa di bumi akan mendapat berkat. Bayangkan bagaimana perasaan Sarai saat mendengar janji itu. Mereka belum mempunyai anak sama sekali. Namun Sarai memilih untuk ikut bersama suaminya mengikuti panggilan Tuhan. Mereka meninggalkan kenyamanan hidup dan memulai perjalanan panjang menuju tanah Kanaan. Perjalanan ke Tanah Perjanjian Abram dan Sarai harus meninggalkan keluarga, sahabat, dan lingkungan yang sudah mereka kenal. Mereka hidup berpindah-pindah sebagai pengembara. Meskipun demikian, mereka tetap berjalan berdasarkan iman. Ketika tiba di tanah Kanaan, Tuhan kembali menegaskan janji-Nya kepada Abram bahwa keturunannya akan menjadi sangat banyak. Tetapi tahun demi tahun berlalu. Tidak ada tanda-tanda bahwa Sarai akan mempunyai anak. Usianya semakin bertambah. Harapan manusiawi semakin kecil. Namun Tuhan tetap mengingat janji-Nya. Suatu ketika terjadi kelaparan di tanah Kanaan. Abram dan Sarai pergi ke Mesir untuk mencari makanan. Karena kecantikan Sarai, Abram merasa takut orang Mesir akan membunuhnya untuk mendapatkan isterinya. Karena itu Abram meminta Sarai mengatakan bahwa ia adalah saudaranya. Ketika orang-orang Mesir melihat kecantikan Sarai, ia dibawa ke istana Firaun. Tetapi Tuhan melindungi Sarai. Tuhan mendatangkan tulah atas rumah Firaun sehingga akhirnya Firaun mengetahui bahwa Sarai sebenarnya adalah isteri Abram. Firaun kemudian mengembalikan Sarai kepada Abram dan menyuruh mereka meninggalkan Mesir. Melalui peristiwa itu, Tuhan menunjukkan bahwa Ia menjaga Sarai karena ia memiliki bagian penting dalam rencana-Nya. Tahun demi tahun berlalu. Abram dan Sarai semakin tua. Namun anak yang dijanjikan Tuhan belum juga datang. Penantian yang lama sering kali membuat iman seseorang diuji. Demikian pula yang dialami Sarai. Sebagai manusia, ia mulai berpikir bahwa mungkin janji Tuhan harus dibantu dengan cara manusia. Pada waktu itu Sarai mempunyai seorang hamba perempuan dari Mesir bernama Hagar. Sarai mengusulkan agar Abram mengambil Hagar sebagai isteri sehingga mereka dapat memperoleh keturunan melalui dirinya. Abram mengikuti usulan tersebut. Tidak lama kemudian Hagar mengandung. Namun keputusan yang diambil berdasarkan pemikiran manusia itu justru menimbulkan masalah. Hubungan antara Sarai dan Hagar menjadi tegang. Hagar mulai memandang rendah Sarai. Sarai merasa tersakiti. Ketika Abram berusia sembilan puluh sembilan tahun, Tuhan kembali menampakkan diri kepadanya. Pada saat itu Tuhan mengubah nama Abram menjadi Abraham yang berarti "bapa banyak bangsa." Tuhan juga mengubah nama Sarai menjadi Sara yang berarti "putri" atau "permaisuri." Perubahan nama ini bukan sekadar pergantian sebutan. Itu merupakan tanda bahwa Tuhan sedang menegaskan kembali janji-Nya. Tuhan berkata bahwa Sara akan melahirkan seorang anak laki-laki. Bahkan dari Sara akan lahir bangsa-bangsa dan raja-raja. Mendengar hal itu, Abraham tersungkur dan tertawa. Secara manusia, janji itu tampak mustahil. Sara sudah sangat tua. Tubuhnya tidak lagi berada pada masa untuk melahirkan anak. Tetapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. ......... Pelajaran dari Kehidupan Sara Ada beberapa pelajaran penting yang dapat kita pelajari dari kehidupan Sara. Pertama, Tuhan setia pada janji-Nya. Sara menunggu bertahun-tahun sebelum melihat penggenapan janji Tuhan. Namun pada akhirnya Tuhan melakukan tepat seperti yang telah difirmankan-Nya. Kedua, iman sering diuji oleh waktu. Penantian yang lama membuat Sara pernah ragu dan mencoba mencari jalan keluar sendiri. Namun Tuhan tetap bekerja dan menggenapi rencana-Nya. Ketiga, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Secara manusia, seorang wanita berusia sembilan puluh tahun tidak mungkin melahirkan anak. Tetapi kuasa Tuhan melampaui segala keterbatasan manusia. Keempat, Tuhan dapat mengubah air mata menjadi sukacita. Sara pernah mengalami kesedihan karena kemandulannya. Namun Tuhan mengubah kesedihan itu menjadi sukacita yang besar.

Kisah ESTER, Ratu yang Menyelamatkan Bangsanya ( Kitab Ester )
▶︎

Kisah ESTER, Ratu yang Menyelamatkan Bangsanya ( Kitab Ester )

KETURA dalam Rencana Besar Tuhan ( Kejadian 25 : 1 - 6 & Tawarikh 1 : 32 - 33)
▶︎

KETURA dalam Rencana Besar Tuhan ( Kejadian 25 : 1 - 6 & Tawarikh 1 : 32 - 33)

Generasi yang Tidak Mengenal Yehuwa (Hakim-hakim 2:10) 📜
▶︎

Generasi yang Tidak Mengenal Yehuwa (Hakim-hakim 2:10) 📜

Cerita Alkitab: 12 Murid Yesus | Apa yang Terjadi Pada Mereka Setelah Penyaliban?
▶︎

Cerita Alkitab: 12 Murid Yesus | Apa yang Terjadi Pada Mereka Setelah Penyaliban?

PROF. JIANG REVEALS: 3 Great Mysteries of Islam Not Taught in School #1
▶︎

PROF. JIANG REVEALS: 3 Great Mysteries of Islam Not Taught in School #1

A super-rich father in village clothes comes to his son's wedding, but is unexpectedly insulted a...
▶︎

A super-rich father in village clothes comes to his son's wedding, but is unexpectedly insulted a...

Lagu Rohani Sebelum Tidur — Doa Malam & Pujian Yang Menenangkan Jiwa | Sleep Worship Acoustic
▶︎

Lagu Rohani Sebelum Tidur — Doa Malam & Pujian Yang Menenangkan Jiwa | Sleep Worship Acoustic

Ribka , Perempuan yang Dipilih Allah
▶︎

Ribka , Perempuan yang Dipilih Allah

Iman Perwira Romawi bagi Hambanya
▶︎

Iman Perwira Romawi bagi Hambanya

DAVID & GOLIATH | FULL MOVIE "NO ONE DARED" | 다윗과 골리앗 풀무비
▶︎

DAVID & GOLIATH | FULL MOVIE "NO ONE DARED" | 다윗과 골리앗 풀무비

Kisah DEBORA: Nabiah Israel yang Melawan Kereta Besi (Hakim2 pasal 4-5 .. PL)
▶︎

Kisah DEBORA: Nabiah Israel yang Melawan Kereta Besi (Hakim2 pasal 4-5 .. PL)

Adam and Persephone | Love Story (Seeking Persephone)
▶︎

Adam and Persephone | Love Story (Seeking Persephone)

Cerita Alkitab: NEHEMIA | Meninggalkan Istana Demi Menyelamatkan Bangsa
▶︎

Cerita Alkitab: NEHEMIA | Meninggalkan Istana Demi Menyelamatkan Bangsa

Beautiful bride 13 years old. Groom 14 years old. Luxurious gypsy wedding. Russia
▶︎

Beautiful bride 13 years old. Groom 14 years old. Luxurious gypsy wedding. Russia

15 Pantry Rules to Cut Your Spending in Half (Like in 1950)
▶︎

15 Pantry Rules to Cut Your Spending in Half (Like in 1950)

How Did DANIEL See the Strait of HORMUZ 2,500 Years Ago?
▶︎

How Did DANIEL See the Strait of HORMUZ 2,500 Years Ago?

200 DIOS TE DICE HOY: ESCUCHA ESTO ANTES DE DORMIR, MI VOZ TE DARÁ PAZ Y DESCANSO
▶︎

200 DIOS TE DICE HOY: ESCUCHA ESTO ANTES DE DORMIR, MI VOZ TE DARÁ PAZ Y DESCANSO

The Trap That Destroyed the Largest Fleet on Earth: Salamis (480 BCE)
▶︎

The Trap That Destroyed the Largest Fleet on Earth: Salamis (480 BCE)

WASPADA‼️ Mereka Puasa & Sholat 5 Waktu Tapi Mereka Bukan Islam 😱 Inilah 10 Agama Mirip Islam
▶︎

WASPADA‼️ Mereka Puasa & Sholat 5 Waktu Tapi Mereka Bukan Islam 😱 Inilah 10 Agama Mirip Islam

Why Are Catholics and Orthodox Christians Divided?
▶︎

Why Are Catholics and Orthodox Christians Divided?