Ternyata Kandungan Aspal Buton Terbesar di Dunia
BUTON, KOMPAS.TV Hafizh Adyas meneruskan penjelajahannya di Bumi Buton. Benteng Wolio yang diklaim terluas di dunia, yang menjadi bangunan ikonik Pulau Buton, kampung Korea di Karya Baru yang menggunakan aksara Hangul untuk bahasa Cia-cia yang mereka gunakan. Kali ini Hafizh menuntaskan penasarannya tentang sebutan Pulau Buton sebagai daerah penghasil aspal. Sejarah aspal Buton di awali sejak zaman penjajahan Belanda, yaitu dengan ditemukan deposit aspal alam di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, pada tahun 1924 oleh seorang Geolog Belanda yang bernama W.H. Hetzel. Pada tanggal 21 Oktober 1924 konsesi penambangan aspal Buton selama 30 tahun diberikan kepada seorang pengusaha Belanda bernama A. Volker, yang selanjutnya dipegang perusahaan Belanda N.V. Mijnbouw en Cultuur Maschappij Buton. Pada tahun 1961 dibentuk Perusahaan Aspal Negara untuk pengelolaan aspal Buton. Pada tanggal 30 Januari 1984, Perusahaan Aspal Negara berubah menjadi PT Sarana Karya (Persero). Berbagai metode pemanfaatan aspal Buton seperti Latasir, Latasbum, asbuton curah, asbunton micro, Buton Mastic Aspal mulai ditinggalkan. Kontraktor jalan lebih menyukai aspal minyak, karena metode produksi hotmixnya lebih efisien dan praktis. Akibatnya aspal Buton masih belum mampu bersaing dengan aspal minyak impor. Kebutuhan aspal di dalam negeri sekarang diperkirakan sebesar 1,5 - 2 juta ton per tahun. Untuk memenuhi kebutuhan aspal nasional yang besar ini, pemerintah masih harus mengimpor lebih dari 1 juta ton per tahun aspal minyak dari berbagai kilang di luar negeri seperti dari Singapura, China, Korea, Kuwait, Iran, dan Malaysia. Indonesia merupakan Importir aspal minyak terbesar ke 10 di dunia. Pada awal tahun 2015 Presiden Joko Widodo menghentikan impor aspal minyak yang selama ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan aspal di dalam negeri. Selanjutnya mulai tahun 2016, pasokan aspal dalam negeri akan digantikan dengan aspal Buton. Nanti, pada tahun 2024 akan bertepatan dengan 1 abad aspal Buton.

Pesona Emas Hitam Buton

Kampung Korea di Pulau Buton

Ecuador vs. Germany Highlights FIFA World Cup 2026 | Sportschau

Bendungan Tiga Ngarai: Bagaimana 40 miliar ton air menggeser sumbu Bumi

Mutiara Dari Buton | JEJAK PETUALANG

Penolakan Tambang Nikel di Halmahera, Suara dari Teluk Weda: "Sisakan Separuh untuk Kami"

TERUNGKAP! Inilah Asal Usul Suku Buton dan Fakta Unik yang Mengejutkan
![Journey - Buton Negeri Seribu Benteng [FULL]](https://i.ytimg.com/vi/6t4y4KWCQnI/hqdefault.jpg?sqp=-oaymwEjCNACELwBSFryq4qpAxUIARUAAAAAGAElAADIQj0AgKJDeAE=&rs=AOn4CLCbCWLk0JvIP191Wn8ArVpgPPjUqA)
Journey - Buton Negeri Seribu Benteng [FULL]

Aspal Buton: Solusi Jalan Berkualitas & Swasembada Aspal Nasional

Japan – Schweden Highlights | Gruppe F, FIFA WM 2026 | sportstudio

Aspal Buton: Solusi Jalan Berkualitas & Swasembada Nasional

Jejak Peradaban Islam di Negeri Seribu Benteng

NR #59: Kekayaan Aspal Alam, Sejarah Kesultanan, dan Keindahan Biota Laut dari Kabupaten Buton

Indonesia Dijual: Hutan Kalimantan, Kelapa Sawit, Tambang Papua, dan Tragedi Lumpur Lapindo

Sering Lihat Tapi Gak Tau Proses Pembentukannya? Begini Cara Pembuatan Semen Dari Awal Hingga Akhir
![[FULL] Journey - Keindahan Alam Buton Pesona Alam yang Sulit Dilupakan](https://i.ytimg.com/vi/ACD_q2MF1aE/hqdefault.jpg?sqp=-oaymwEjCNACELwBSFryq4qpAxUIARUAAAAAGAElAADIQj0AgKJDeAE=&rs=AOn4CLBcgs7cSBvBa1y9uO_yjNYTVjUFIA)
[FULL] Journey - Keindahan Alam Buton Pesona Alam yang Sulit Dilupakan

Surga Tersembunyi Buton Tengah | VVIP Ramadan

Pesona Memukau Wisata Buton

Mempertahankan tradisi lokal ditengah kemajuan industri di Pulau Buton | JELAJAH

