Aksi Tegas Gibran Copot Lurah Pungli, Kembalikan Sendiri Uang Warga hingga Sempat Menuai Protes

TRIBUN-VIDEO.COM - Salah satu lurah di Kota Solo, Jawa Tengah, diduga melakukan praktik pungutan liar (pungli) dengan modus permintaan zakat kepada warga. Kasus tersebut mencuat setelah ada warga di Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon, yang mengeluhkan permintaan itu. Dalam menjalankan aksinya, lurah S mengeluarkan surat edaran tertanggal 15 April 2021 dan dibagikan oleh petugas Linmas kepada warga. Akibatnya, S mendapatkan sanksi tegas dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo atas kasus dugaan pungli tersebut. Terkumpul Belasan Juta Rupiah Camat Pasar Kliwon Ari Dwi Daryanto saat dikonfirmasi membenarkan informasi tersebut. Surat edaran itu setelah ditandatangani lurah lalu dibagikan oleh belasan Linmas kepada warga Gajahan. Pihaknya sempat terkejut setelah mendapat keluhan dari warga. Saat dilakukan penelusuran, ternyata sudah ada warga yang menyerahkan sumbangan. Bahkan, uang yang terkumpul mencapai Rp11,5 juta. "Hari Sabtu ini saya suruh kembalikan kepada warga. Kalau memang ada, saya minta untuk kembalikan semuanya. Termasuk kalau ada barang saya suruh kembalikan. Kami juga memohon maaf kepada warga yang dimintai sumbangan itu," ungkap dia. Menurutnya, tindakan yang dilakukan lurah tersebut tanpa sepengetahuan darinya. Menangis saat Apel Terakhir S resmi tak menjabat Lurah Gajahan setelah dipecat Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka per Senin (3/5/2021) pagi ini. Kenyataan pahit itu karena dugaan pungutan liar bermodus penarikan zakat yang dilakukan sejumlah oknum Linmas. Pada Senin pagi S sempat ikut rapat dengan Sekretaris Camat Pasar Kliwon. Seorang petugas kelurahan yang enggan disebutkan namanya mengatakan sebelumnya, S sempat memimpin apel. Apel tersebut dihadiri perangkat dan Linmas Kelurahan Gajahan di komplek Kantor Kelurahan Gajahan. "Tadi sempat memimpin apel pagi tadi. Beliau sempat menangis," katanya. Petugas tersebut memahami beban yang dirasakan mantan atasannya seusai dicopot sebagai Lurah Gajahan. "Kondisinya baru beban berat, stres. Beban nama baik juga," ucapnya. Selain itu, Suparno juga berkemas-kemas dan barang-barangnya yang masih ada di kantor tersebut diangkut. "Beliau itu baik dengan warga Gajahan. Hari ini bebas tugas. Beliau hari ini ambil barang-barang," ujarnya. Aksi Gibran Copot Lurah Pungli Diprotes Sikap tegas Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menindak lurah yang terlibat praktik pungutan liar (pungli) kini menuai protes dari sejumlah warga. Spanduk bentuk kekecewaan dipasang sebelum S dicopot, beberapa warga juga memberikan kesaksian soal sosok S yang mereka sebut sudah kaya sebelum menjabat sebagai lurah. Ada beberapa spanduk terkait pencopotan S dengan beragam tulisan yang terpasang sejak Minggu (2/5/2021) malam. Berbagai tulisan itu terpasang hingga akhirnya dicopot pada Senin (3/5/2021) pagi. Seorang warga bernama Ananda menyebut, spanduk tersebut dipasang oleh para warga Kelurahan Gajahan. Ia mengatakan, tulisan itu bukanlah protes tapi bentuk dukungan moral terhadap S. Ananda juga mengaku kecewa karena Gibran langsung mencopot S. "Kalau bisa jangan langsung memberikan opsi pemecatan," ungkapnya. Dirinya juga menegaskan bahwa S sudah kaya sebelum menjabat sebagai lurah. Sudah 4 Tahun Diketahui kasus pungutan liar (Pungli) di Kelurahan Gajahan Solo ternyata sudah terjadi sejak tahun sebelumnya. Namun, baru tahun ini viral dan ditindak oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Kesaksian tersebut dikatakan penjaga toko baju di kawasan tersebut, Ning Nur Oktavia (25). Ning mengatakan, selama dirinya bekerja di toko kawasan Gajahan Solo sering ada oknum berpakaian linmas menarik uang. Modusnya entah THR atau zakat. Dia mengatakan, pungutan dari oknum linmas bukan tahun ini saja, namun 4 tahun terakhir sudah ada pungutan seperti itu. Uang yang diberikan untuk para oknum linmas ini berbeda-beda ada yang Rp100 ribu sampai Rp150 ribu. Dia mengatakan, lantaran ada surat resmi dari kelurahan, dia mengira adalah kegiatan resmi. Namun, saat Wali Kota Solo Gibran datang, dia baru tahu kalau aksi tersebut ternyata pungli. Keliling Kembalikan Uang Di sisi lain, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka turun langsung mengembalikan uang hasil pungutan liar (pungli) oknum linmas di Kelurahan Gajahan, Solo, Minggu (2/5/2021). Gibran memasuki satu demi satu toko di kawasan Gajahan yang diduga ditarik pungli tersebut. Gibran ketika bertemu para pedagang memohon maaf lantaran ada tindakan tidak menyenangkan tersebut. Gibran mengatakan, pihak Pemkot Solo pastikan tidak akan terjadi lagi kejadian pungli yang meresahkan seperti ini. Gibran memberikan uang sesuai dengan nominal yang diberikan oleh pihak-pihak toko tersebut. Akibat lakukan pungli bermodus zakat, oknum lurah di Solo dibebastugaskan dari jabatannya. Sikap tegas putra sulung Jokowi menindak lurah yang terlibat praktik pungli justru menuai protes dari sejumlah warga. Ada yang memasang spanduk dukungan hingga beri pembelaan oknum lurah sudah kaya. (*)

Pantauan Pergerakan Demo Mahasiswa di Jakarta & Sumatera, Massa Tuntut Perbaikan Kondisi Ekonomi!
▶︎

Pantauan Pergerakan Demo Mahasiswa di Jakarta & Sumatera, Massa Tuntut Perbaikan Kondisi Ekonomi!

Rico Waas: Absensinya Ada Tapi Orangnya Belum Datang, Lurah Sari Rejo Terancam Dicopot usai Sidak
▶︎

Rico Waas: Absensinya Ada Tapi Orangnya Belum Datang, Lurah Sari Rejo Terancam Dicopot usai Sidak

Politisi PDI-P Desak Hentikan MBG dan Bubarkan BGN Usai Dadan Cs Terjerat Korupsi | BOLA LIAR
▶︎

Politisi PDI-P Desak Hentikan MBG dan Bubarkan BGN Usai Dadan Cs Terjerat Korupsi | BOLA LIAR

Korupsi Motor Listrik MBG, Siapa Terlibat?
▶︎

Korupsi Motor Listrik MBG, Siapa Terlibat?

🔴BREAKING NEWS - Unjuk Rasa Mahasiswa di Jakarta (15/06)
▶︎

🔴BREAKING NEWS - Unjuk Rasa Mahasiswa di Jakarta (15/06)

Momen Bobby Nasution Pecat Lurah yang Lakukan Pungutan Liar!
▶︎

Momen Bobby Nasution Pecat Lurah yang Lakukan Pungutan Liar!

Senyum Lebar Presiden Jerman Salaman dengan Bahlil saat Dikenalkan Prabowo di Istana
▶︎

Senyum Lebar Presiden Jerman Salaman dengan Bahlil saat Dikenalkan Prabowo di Istana

Pungli Oleh Polisi Palsu
▶︎

Pungli Oleh Polisi Palsu

PRABOWO-TEDDY! CONNIE BERI PERINGATAN ISTANA! SEBELUM TERLAMBAT! (PART 2)
▶︎

PRABOWO-TEDDY! CONNIE BERI PERINGATAN ISTANA! SEBELUM TERLAMBAT! (PART 2)

🔴BREAKING NEWS - Mahasiswa Siap Turun! Demo di Jakarta, Medan hingga Palembang
▶︎

🔴BREAKING NEWS - Mahasiswa Siap Turun! Demo di Jakarta, Medan hingga Palembang

Skak Mat! Ketua BEM UGM Pertanyakan Kompetensi Kepala BGN Baru, Wartawan Jadi Ahli Gizi?
▶︎

Skak Mat! Ketua BEM UGM Pertanyakan Kompetensi Kepala BGN Baru, Wartawan Jadi Ahli Gizi?

Istana Tetap Gelar Penyambutan Presiden Jerman meski Diancam Demo, 120 Pasukan Berkuda Beraksi
▶︎

Istana Tetap Gelar Penyambutan Presiden Jerman meski Diancam Demo, 120 Pasukan Berkuda Beraksi

Siapa Bilang Anak Muda Pemimpin Masa Depan? | Kaesang Pangarep  - NSS Ep. 138
▶︎

Siapa Bilang Anak Muda Pemimpin Masa Depan? | Kaesang Pangarep - NSS Ep. 138

KANG DEDI BERTEMU KADES CIKARAMAS BERAMBUT MOHAK-OBROLANNYA BIKIN NGAKAK
▶︎

KANG DEDI BERTEMU KADES CIKARAMAS BERAMBUT MOHAK-OBROLANNYA BIKIN NGAKAK

Dituding Curi Barang Negara oleh Rismon, Roy Suryo Bongkar Bukti Sebenarnya | iNews Terkini 15/6
▶︎

Dituding Curi Barang Negara oleh Rismon, Roy Suryo Bongkar Bukti Sebenarnya | iNews Terkini 15/6

[FULL] Gibran: Saya Bukan Wali Kota Karbitan, Tapi Bocil Dinasti | ROSI
▶︎

[FULL] Gibran: Saya Bukan Wali Kota Karbitan, Tapi Bocil Dinasti | ROSI

Zulfan Lindan Sentil Menhan Sjafrie Soal “Musuh Dalam Selimut” Di Pemerintahan Prabowo || OTT
▶︎

Zulfan Lindan Sentil Menhan Sjafrie Soal “Musuh Dalam Selimut” Di Pemerintahan Prabowo || OTT

Nyamar Jadi Kenek Truk, Polisi Dipalakin Sekelompok Pemalak yang Viral di Sosial Media - 86
▶︎

Nyamar Jadi Kenek Truk, Polisi Dipalakin Sekelompok Pemalak yang Viral di Sosial Media - 86

Wanita Penjual Amplop di Solo Temukan Uang Rp16,5 juta: Saya Kembalikan, karena Saya Orang Tak Punya
▶︎

Wanita Penjual Amplop di Solo Temukan Uang Rp16,5 juta: Saya Kembalikan, karena Saya Orang Tak Punya

MAHFUD, ROCKY, HINGGA TIYO BONGKAR KEGAGALAN REFORMASI
▶︎

MAHFUD, ROCKY, HINGGA TIYO BONGKAR KEGAGALAN REFORMASI