Perbandingan Bare-Metal vs RTOS dan Analisis Task Management pada ESP32 & STM32

📌 Dalam video ini kamu akan belajar secara runtut tentang: 1️⃣ Konsep Dasar Bare-Metal vs RTOS: Mengupas kelemahan sistem konvensional (Super Loop) yang bersifat blocking di mana seluruh program bisa terhenti akibat fungsi delay, dibandingkan dengan arsitektur RTOS yang memecah program menjadi beberapa Task mandiri yang berjalan secara non-blocking. 2️⃣ Mekanisme Scheduler dan Manajemen Task: Bagaimana sistem operasi menentukan Task mana yang berhak menggunakan CPU terlebih dahulu berdasarkan skala prioritas, serta peran penting Scheduler dalam memastikan sistem berjalan secara deterministik dan responsif terhadap input kritis seperti tombol Emergency Stop. 3️⃣ Efisiensi Fungsi Delay pada RTOS: Memahami perbedaan mendasar antara delay konvensional yang membuang-buang siklus kerja CPU dengan fungsi delay bawaan RTOS. Saat suatu Task mengalami delay, CPU akan langsung dialihkan untuk mengeksekusi Task produktif lainnya sehingga tidak ada performa yang mubazir. 4️⃣ Analisis Arsitektur Hardware (STM32 vs ESP32): Pembedahan mendalam mengenai perbedaan eksekusi RTOS pada sisi perangkat keras. Mulai dari konsep Context Switching cepat pada STM32 (Single-Core) yang menciptakan ilusi multitasking (Konkurensi), hingga pemanfaatan dual-core pada ESP32 yang mampu menjalankan dua pekerjaan sekaligus secara fisik dalam waktu bersamaan (True Parallelism). 📁 Materi lengkap dan file pendukung tersedia di kolom komentar 🔗 👤 Muhammad Dzakey Athallah 🆔 NIM 40040324620011 📚 Mata Kuliah: Sistem Embedded 📝 Tugas: RTOS Task Management – Kelas Praktikum A 👨‍🏫 Dosen: Rofiq Cahyo Prayogo, S.T., M.T. 🏫 Prodi: Teknologi Rekayasa Otomasi 🎓 Angkatan 2024, Sekolah Vokasi – Universitas Diponegoro