short film "INTERUPSI" | Komunikasi Lintas Budaya
KELOMPOK 5 1. Muhammad Haykal Fariz (F1C024122) - Editor 2. Haris Abimanyu Jayaningprang (F1C024124) - Script Writer 3. Grace Prayer Gultom (F1C024130) - Cameramen 4. Raadhiya Putri (F1C024145) - Talent 5. Novi Olivia (F1C024157) - Talent Short Movie Komunikasi Lintas Budaya Tema: Konflik dalam Bisnis Internasional Pendekatan: Communication Accommodation Theory (Howard Giles) Sinopsis: Perusahaan asal Indonesia tengah berupaya memperluas pasar dengan menggandeng calon investor dari Jepang. Karena pimpinan perusahaan harus pergi ke Amerika Serikat, tugas krusial untuk memaparkan proyek didelegasikan kepada Dena, seorang karyawan unggulan yang sayangnya memiliki kebiasaan buruk suka memotong pembicaraan orang lain. Pertemuan Dena dengan perwakilan investor, Ikura-san, awalnya berjalan lancar. Namun, situasi memburuk saat Dena secara agresif memotong penjelasan Ikura-san dan mengkritik draf proposal mereka secara blak-blakan demi mengejar efisiensi dan keuntungan cepat. Di sisi lain, Ikura-san sangat mengutamakan kesopanan, manajemen risiko, serta komunikasi yang menjaga keharmonisan dan rasa saling percaya. Perbedaan gaya komunikasi ini menimbulkan konflik besar di ruang rapat. Ikura-san merasa sangat tidak dihargai oleh sikap Dena yang dinilai angkuh, hingga akhirnya memutuskan untuk membatalkan kerja sama dan meninggalkan ruangan. Dena sempat bersikap defensif dan menganggap tindakannya hanyalah bagian dari komunikasi bisnis modern. Namun, setelah berdialog dengan alter ego nya, Dena menyadari keegoisannya dapat menghancurkan karier. Ia pun menurunkan gengsinya, mengejar Ikura-san, dan meminta maaf dengan tulus atas perilakunya yang tidak sopan tersebut. Melalui perspektif Communication Accommodation Theory (CAT), konflik ini dipahami sebagai kegagalan awal kedua pihak terutama Dena dalam menyesuaikan gaya komunikasi mereka (divergence). Namun dalam proses penyelesaiannya, Dena melakukan akomodasi komunikasi (convergence) dengan belajar menurunkan ego dan beradaptasi terhadap budaya kerja Jepang. Ia berkomitmen untuk mendengarkan seluruh proposal tanpa interupsi, yang kemudian disambut baik oleh Ikura-san dengan memberikan kesempatan kedua.

Kebiasaan Ngerasain BOSAN bisa bikin Otak kamu lebih Tajam!

Nicole lives ina DIY wooden tiny house surrounded by nature | ARD Room Tour

Argentinien – Ägypten Highlights | Achtelfinale, FIFA WM 2026 | sportstudio

🎬 NUSANTARA DI PERSIMPANGAN (KELOMPOK 5)

UAS Interpersonal Skill (semua tentang mendengarkan )

40Hz Binaural Gamma Waves - Ultra Deep Concentration

Trump Meddles in USA World Cup Game & America's 250th Takes a Nosedive | The Daily Show

Barry White | Deep Soul Classics (1973–1981) • Where Love Found Its Perfect Sound

How to Be More Articulate; How to Speak Confidently and Clearly (Audiobook)

What Next for Marine Le Pen? - Strait of Hormuz - EU Lifts Protection Status for Young Ukrainians

Good Hair: Perceptions of Racism (Award winning short film)

Stade: Sechs Tote und die entscheidenden Fragen bleiben weiterhin offen - TE Wecker am 08 07 2026

BULLYING

Schweiz – Kolumbien Highlights | Achtelfinale, FIFA WM 2026 | sportstudio

Film Pendek "Kos-kosan"

Ada Apa Dengan Strategi Pidato Presiden Prabowo?!

DUA CARA SATU TUJUAN - PSIKOLOGI KOGNITIF kelompok 1

BREAKING NEWS: MDR protects resistance! ENOUGH IS ENOUGH!

The Invisible Wall: What the Netherlands Reveals About Belonging

