Musyawarah Buku: 'Tripitakata' karya Sitok Srengenge

Musyawarah Buku Tripitakata karya Sitok Srengenge Pembicara: Ahmad Yulden Erwin dan Triyanto Triwikromo 04 Juli 2013 Serambi Salihara Tripitakata (Yogyakarta: KataKita, 2013) adalah himpunan tiga buku puisi dari tahun-tahun awal kepenyairan Sitok Srengenge. Mereka adalah (1) Kelenjar Bekisar Jantan dan Stanza Hijau Muda, yang adalah metamorfosis dari Persetubuhan Liar menjadi Kelenjar Bekisar Jantan, ditambah sejumah puisi sezaman; (2) Anak Badai dan Amsal Puisi Banal, jelmaan Anak Jadah setelah ditambah puisi-puisi sezaman; (3) Gembala Waktu dan Madah Pereda Rindu, memuat puisi-puisi yang ditulis Sitok pada masa SMA dan kuliah. Puisi-puisi Sitok Srengenge dari masa ini memperlihatkan serangkaian percobaan penyair sebelum akhirnya mantap dengan pilihannya sendiri. Puisi-puisinya memanfaatkan bentuk puisi bebas, di samping sajak empat dan dua seuntai, memainkan pelbagai citraan alam dalam bahasa Indonesia yang ringkas, di samping penataan rima akhir yang hampir selalu rapi. Mereka menyoal cinta dan erotisme dalam hidup kita, desa dan kota yang berubah, meletupkan kritik sosial. Tiga buku puisi ini akan dibahas oleh Ahmad Yulden Erwin dan Triyanto Triwikromo. Ahmad Yulden Erwin adalah penyair dan aktivis anti-korupsi yang bergiat di Bandar Lampung. Sementara Triyanto Triwikromo adalah cerpenis, penyair, Redaktur Pelaksana harian Suara Merdeka, Semarang.