FLS2N TARI KREASI SMP NUSANTARA KOTA SORONG

SINOPSIS JUDUL TARI : KOBAKOBA DURASI : 6,58 Menit ASAL SEKOLAH : SMP NUSANTARA KOTA SORONG PENARI : 1. FEBRIANI IMANONA/P Kelas 8 2. FEBRIATI IMANONA/P Kelas 8 3. ANGELINA RATSINA/P Kelas 8 4. AYUB MARAUW/L Kelas 7 5. GABRIEL INJOREWERI/L Kelas 7 Pelatih : Arby Mamangsa Koba-koba adalah payung tradisional masyarakat adat dari Sorong Selatan. Koba-koba ini dibuat oleh masyarakat untuk melindungi diri pada saat musim hujan, yang dibuat menggunakan tangan mereka sendiri, dari bahan alami yang diambil dari hutan mereka. Cerita ini berasal dari kampung Sira dan kampung Manggroholo Distrik Saifi Kabupaten Sorong Selatan Provinsi Papua Barat. Koba-koba atau dalam bahasa lokal (KATIK), bagi masyarakat di kampung Sira dan kampung Manggroholo sangat bermanfaat pada saat musim hujan tiba, bahkan bukan hanya di kedua kampung tersebut saja yang menggunakan koba-koba melaikan hampir semua masyarakat yang ada di Sorong Selatan bagian pelosok/kampung menggunakannya. Bagi mereka menggunakan koba-koba sudah menjadi tradisi sejak dahulu kala ketika belum mengenal namanya payung. “Selain praktis, koba-koba bertahan lama, bisa dipakai bertahun-tahun dan tidak buang banyak uang untuk membeli payung,” Selain untuk fungsi payung koba-koba juga digunakan sebagai alas tidur atau tikar. Tarian koba-koba yang dibawakan oleh siswa SMP Nusantara bertujuan memperkenalkan tradisi menggunakan payung tradisonal untuk tetap dipertahankan di zaman maju. Terdapat beberapa gerakan yang memperlihaatkan proses pembuatan koba-koba seperti : Gerakan tidur diatas koba-koba Gerakan Rahu koba-koba di api. Gerakan jahit koba-koba. Gerakan mengunakan payung koba-koba Gerakan dalam Tarian ini dikreasikan dengan lagu kabupaten sorong selatan, Yembo untuk memberi unsur penyemangat dalam mempertahankan budaya payung alami. Sorong, 05 Agustus 2022 Pendamping Anastasia Ratuanik, S.Pd