Negara Dengan Kekuatan Militer Terlemah di Dunia #militer #buthan #suriname #somalia #vatikan

1. Negara Tanpa Angkatan Bersenjata Resmi ​Beberapa negara sama sekali tidak memiliki tentara karena alasan sejarah, konstitusi, atau geografis. Pertahanan mereka biasanya diserahkan kepada negara sekutu yang lebih besar atau mengandalkan pasukan kepolisian nasional. ​Kosta Rika: Negara ini menghapus militernya secara konstitusional sejak tahun 1948 setelah perang saudara. Anggaran pertahanan dialihkan untuk sektor pendidikan dan kesehatan. Untuk keamanan dalam negeri, mereka mengandalkan Fuerza Pública (Kepolisian Nasional). ​Islandia: Anggota NATO yang tidak memiliki tentara berdiri sejak abad ke-13. Islandia hanya memiliki pasukan penjaga pantai (Coast Guard) dan tim taktis kepolisian. Pertahanan eksternalnya dijamin oleh NATO dan perjanjian bilateral dengan Amerika Serikat. ​Vatikan: Negara terkecil di dunia ini tidak memiliki militer penyerang. Keamanan Paus dan istana dikawal oleh Garda Swiss Pontifikal (pasukan seremonial dan elit yang anggotanya harus warga negara Swiss dan beragama Katolik), serta kepolisian domestik (Gendarmerie). ​2. Negara dengan Militer Paling Minimalis (Peringkat Bawah GFP) ​Berdasarkan analisis Global Firepower yang mengukur kapasitas perang konvensional (jumlah personel, alutsista, finansial, dan geografi), posisi terbawah umumnya ditempati oleh negara-negara kepulauan kecil atau negara yang sedang mengalami krisis internal parah. ​Ciri-ciri militer di negara-negara ini meliputi: ​Keterbatasan Personel: Jumlah tentara aktif sering kali hanya berkisar antara ratusan hingga beberapa ribu personel saja. ​Alutsista Minim: Umumnya tidak memiliki jet tempur super sonic, kapal selam, atau tank berat modern. Angkatan udara mereka biasanya hanya memiliki helikopter utilitas atau pesawat angkut ringan, sedangkan angkatan lautnya hanya berupa kapal patroli cepat. ​Anggaran Sangat Kecil: Dana dialokasikan untuk kebutuhan domestik yang lebih mendesak, sehingga modernisasi persenjataan hampir tidak menjadi prioritas. ​Contoh Negara: Negara-negara seperti Bhutan, Somalia, Suriname, Sierra Leone, dan beberapa negara kepulauan di Pasifik (seperti Maladewa atau Republik Afrika Tengah dalam beberapa penilaian) sering berada di peringkat bawah karena keterbatasan armada udara dan laut yang masif. Bhutan, misalnya, mengandalkan perlindungan dan pelatihan militer dari tetangga dekatnya, India.