Sejarah Provinsi BARITO RAYA, Kalimantan Tengah Barito Selatan

Cerita dibalik BARITO RAYA , Kalimantan Tengah Pahlawan Kalteng Info pemesanan buku ; https://www.facebook.com/hadi.miter.3... "Kisah Christian Simbar: Dari Pejuang Provinsi menjadi Suryatim NTT" Sejarah Indonesia penuh dengan kisah-kisah perjuangan yang tidak selalu diketahui oleh banyak orang. Salah satu tokoh yang menarik untuk dibahas adalah Christian Simbar, seorang pejuang pembentukan provinsi Kalimantan Tengah yang memiliki perjalanan hidup yang penuh lika-liku. Video ini akan mengungkap kisah hidup Christian Simbar, juga dikenal sebagai Mandolin, yang berperan penting dalam pembentukan Provinsi Kalimantan Tengah namun berakhir dengan cara yang tidak terduga. Christian Simbar awalnya dikenal sebagai pemimpin Gerakan Mandau Talawang Pantja Sila (GMTPS), sebuah gerakan bersenjata yang berjuang untuk pembentukan Provinsi Kalimantan Tengah. Perjuangannya berbuah manis ketika pada 23 MEI 1957, Pemerintah Jakarta akhirnya menyetujui pembentukan Provinsi Kalimantan Tengah. Sebagai bagian dari kesepakatan damai, GMTPS kemudian dilebur menjadi Barisan Pemuda Pembangunan Kalimantan Tengah (BPPKT) yang diketuai oleh Simbar sendiri. Namun, perjalanan Simbar tidak berhenti di situ. Pemerintah mengucurkan dana sebesar Rp. 57 juta untuk kesejahteraan anggota BPPKT di sektor wirausaha. Sayangnya, pengelolaan dana ini menjadi awal dari masalah besar bagi Simbar. Ia pergi ke Jakarta untuk membuka bisnis, namun kurangnya pengalaman di bidang bisnis menyebabkan kebangkrutan. Dari Rp. 57 juta yang dipercayakan kepadanya, hanya tersisa Rp. 12 juta. Kegagalan ini mengakibatkan Simbar kehilangan kepercayaan dari teman-teman seperjuangannya dan pemerintah. Ia harus menjalani hidup sendiri tanpa dukungan organisasi dan dana pemerintah. Kekecewaan semakin bertambah ketika janji untuk menjadikannya Bupati di Buntok tidak terpenuhi. Merasa kecewa dan terpinggirkan, pada tahun 1961 Simbar mencoba membangkitkan kembali GMTPS dengan misi baru: membentuk Provinsi Barito Raya. Ia merasa bahwa orang-orang dari wilayah Barito (Maanyan, Dusun, dan Lawangan) tidak mendapatkan tempat yang layak di pemerintahan Provinsi Kalimantan Tengah. Namun, ide ini tidak mendapat dukungan dari mantan rekan-rekannya di GMTPS dari wilayah Kapuas, Kahayan, dan Kotawaringin. Simbar kemudian mendirikan markas di Desa Batampang dan kembali melakukan tindakan pemerasan bersenjata. Tindakan ini akhirnya memancing reaksi dari pihak militer. Dalam operasi militer, markas Simbar diobrak-abrik dan ia ditangkap. Laporan intelijen menyebutkan bahwa Simbar ditahan di Balikpapan pada September 1961. Nasib Simbar setelah penangkapan ini menjadi misteri. Ada dugaan bahwa ia berakhir di ujung senapan regu tembak militer Balikpapan. Namun, kisah tidak berhenti di situ. Pada tahun 1987, muncul kabar mengejutkan bahwa Christian Simbar masih hidup dan berada di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kabar ini diperoleh dari seorang ibu asal Kalahien yang suaminya bekerja di NTT dan bertemu dengan seseorang yang mengaku sebagai Christian Simbar. Keluarga Simbar mencoba menelusuri kabar tersebut, namun terlambat. Pada tahun 1993, mereka mendapat kabar bahwa Christian Simbar telah meninggal dunia. Ia dikabarkan meninggal dengan tenang, hidup sebagai petapa dengan nama Suryatim. Sebuah akhir yang jauh dari harapan dan perjuangannya sebagai seorang pejuang kemerdekaan. Kisah Christian Simbar ini menyoroti kompleksitas perjuangan kemerdekaan dan pembentukan daerah baru di Indonesia. Ia adalah contoh bagaimana nasib seorang tokoh pejuang bisa berubah drastis, dari seorang pemimpin gerakan bersenjata menjadi tokoh yang terpinggirkan, dan akhirnya hidup sebagai petapa di daerah yang jauh dari tanah kelahirannya. Video ini menggunakan sumber utama dari buku "Jalan Merah Sang Kombatan" karya Hadi Saputra & Darius Dubut. Buku ini menyajikan banyak fakta menarik dan tokoh-tokoh penting dalam aksi pembentukan Provinsi Kalimantan Tengah. Untuk pemahaman yang lebih mendalam, penonton disarankan untuk membaca buku tersebut. Kisah Christian Simbar juga mengingatkan kita bahwa sejarah lokal seringkali memiliki nuansa yang tidak selalu tercatat dalam sejarah nasional. Perjuangan untuk kemerdekaan dan pembentukan daerah baru tidak selalu berakhir dengan kemuliaan. Ada tokoh-tokoh yang meski berjasa besar, akhirnya terlupakan atau bahkan dikucilkan. Video ini juga mengajak penonton untuk merenungkan kompleksitas perjuangan masyarakat Kalimantan Tengah . Bagaimana idealisme dan ambisi personal bisa bercampur dalam perjuangan politik. Bagaimana kegagalan dalam mengelola kekuasaan dan sumber daya bisa mengubah nasib seseorang. Dan bagaimana perubahan situasi politik bisa mempengaruhi nasib para pejuang. Lebih dari itu, kisah Christian Simbar mengajak kita untuk melihat sejarah dari berbagai sudut pandang. Bagi sebagian orang, ia mungkin dianggap sebagai pejuang yang gagal atau bahkan pengkhianat. #sejarah #baritoselatan #christiansimbar #baritoutara #kalimantantengah #pahlawankalteng