Juara 3 Ansambel Musik Campuran FLS3N Tingkat Nasional 2025 - SMP Negeri 1 Situbondo, Jawa Timur
Video ini dipublikasi secara terbatas, untuk kepentingan final FLS3N tingkat nasional tahun 2025 secara daring. Lagu 1 : Luk Luk Lumbu (lagu daerah Banyuwangi); Ciptaan Andang C.Y; Arr: Dwi Hansen Lagu 2 : Indonesia Pusaka; Ciptaan Ismail Marzuki; Arr: Dwi Hansen Identitas Peserta: Profil Peserta 1. Nama:Amin Pasha Hidayatullah (Gitar) 2. Nama:Aidan Riski Pradana (Pianika) 3. Nama:Daffa Aidan Novandriano (Rebana) SINOPSIS LAGU LUK LUK LUMBU Luk Luk Lumbu adalah sebuah lagu rakyat dari Banyuwangi yang mengalir lembut seperti angin malam yang membawa harum bunga di halaman rumah. Ia bersenandung lirih tentang hati manusia yang mudah terbuai—terutama hati muda yang masih mencari bentuknya sendiri. Melalui citraan alam yang sederhana namun puitik, lagu ini menjadikan daun lumbu (keladi) sebagai perlambang jiwa yang labil: hanya tersentuh angin sedikit saja, ia telah bergoyang, mudah tergerak, mudah pula terluka. Dalam bahasa Osing yang dinyanyikan, lukisan suasana begitu terasa—angin sepoi membawa harum bunga, lalu hadir suara lirih yang mengingatkan: hati yang mudah terpikat, bisa terjerat oleh hal yang semu. Bait-bait lagu ini tak sekadar merangkai kata, tetapi menyimpan pesan mendalam tentang kewaspadaan dan kendali diri. Ia bercerita tentang pesona yang memabukkan, tentang rayuan yang manis namun menipu, dan tentang bagaimana manusia—khususnya kaum muda—kerap terperangkap dalam jaring rasa tanpa berpikir panjang. Sebagaimana burung kepodang yang cantik namun terjebak dalam jala karena keindahannya sendiri, begitu pula manusia bisa tersesat jika hanya mengikuti pesona luaran tanpa mempertimbangkan makna dan niat. Lagu ini bukan hanya tembang hiburan, melainkan bagian dari kearifan lokal masyarakat Banyuwangi. Di tengah kekayaan tradisi lisan dan musikalnya, Luk Luk Lumbu menjadi nasihat yang dinyanyikan, menjadi pantulan dari nilai-nilai hidup yang halus namun tegas. Ia hadir dalam pertunjukan rakyat, di antara bunyi kendang dan gending, tapi pesannya melampaui panggung: jangan mudah tergoda, jangan terburu mencinta, pikirkan sebelum melangkah, karena hati tak sekuat yang disangka. Dalam pentas ansambel campuran, lagu ini membuka ruang harmoni antara idiomatik pentatonis gamelan Banyuwangi, dan perpaduan tonalitas instrumen modern. Nada-nadanya mengalir perlahan, kadang lirih, kadang tegas, seperti petuah orang tua yang disampaikan dengan kasih. Dan di situlah kekuatannya—di tengah kemerduan, tersimpan pelajaran yang tak lekang oleh waktu: agar kita belajar menjadi seperti daun yang tahu kapan harus menari, dan kapan harus diam dari terpaan angin.

JUARA 1 Ensambel Campuran - FLS3N 2025 Tingkat Provinsi Kepulauan Riau | SMPN 57 Batam

10 Juni 2026

Juara 3 prov. Jawa Barat FLS3N Kreatifitas Musik Tradisional|SMAN 1 Sariwangi|Kab. Tasikmalaya 2025

DIA SUDAH MENINGGAL & MENGINGATKAN SAYA!! 10 MENIT SEBELUM GUNUNG MERAPI MELETUS... #OMMAMAT

Juara 1 Rebana Modern Mapsi Kab. Purworejo 2025 - SMP N 2 Purworejo - Jawa Tengah

Gambang Suling - Ki Narto Sabdo (fingerstyle COVER)

SMPN 1 Situbondo_Jawa Timur_FLS3N 2025_Semifinal_Ansambel Campuran

Jacob Collier Improvises With Orchestra (Live in San Francisco)

Tanah Airku - FLS2N Ansambel Campuran 2024 Tingkat Nasional

Tim Musik Ansambel SMPN 1 Sumedang meraih Juara II pada ajang FLS3N Tingkat Nasional Tahun 2025

Everyone Ignored Him… Until He Played | GUITAR PRO pretended TO BE HOMELESS

Juara 1 Ansambel Musik Campuran FLS3N 2025 Tingkat Nasional (Tanah Airku)

Juara 1 FLS2N Ansambel Musik 2024

Juara 1 Gitar Solo Tingkat Nasional FLS2N SMA 2021 | Bubuy Bulan | Jawa Barat

FLS2N MUSIK TRADISI SMPN 1 SURAKARTA 2024 "Indahnya Nusantaraku"

GUITAR-PRO pretended to be A HOMELESS GUITARIST and SHOCKED PEOPLE part 3 | PRANK

"Laskar Pelangi" | TRUST (Trinity Youth Symphony Orchestra)

Two Organists Accidentally Hit FULL ORGAN During Highland Cathedral 😳

