MANGALA SUTTA: Tigapuluh Delapan Perihal Pembawa Berkah I Bhikkhu Santacitto I KBTI Jawa Tengah
Maṅgala sutta dibabarkan oleh Sang Buddha atas pertanyaan seorang dewa. Diceritakan bahwa pada waktu itu terjadi perdebatan di antara manusia tentang apa yang disebut sebagai berkah atau hal-hal yang membawa berkah kebahagiaan dan kesejahteraan. Mereka yang percaya bahwa berkah diperoleh dari apa yang dilihat (diṭṭhamaṅgalika) mengatakan bahwa misalnya ketika bangun tidur melihat orang hamil, anak kecil atau bentuk lainnya yang dipercaya membawa berkah, itulah perihal yang membawa berkah tertinggi. Sementara itu mereka yang percaya bahwa berkah diperoleh dengan mendengar (sutamaṅgalika) berargumen bahwa ketika bangun tidur seseorang mendengar misalnya suara burung, atau suara lain yang dipercaya membawa berkah, itulah yang disebut berkah tertinggi. Sedangkan mereka yang percaya bahwa berkah diperoleh dengan bau, kecapan atau sentuhan (mutamaṅgalika) berpendapat bahwa ketika seseorang bangun tidur ia misalnya mencium bau wangi bunga tertentu atau menginjak kotoran sapi basah atau mengecap makanan enak tertentu, itu dikatakan sebagai berkah tertinggi. Masing-masing dengan pendapatnya kokoh dengan pendapatnya sendiri-sendiri dan tidak setuju antar satu sama lain, hingga perdebatan ini didengar para dewa. Para dewa pun di antara mereka menanyakan tentang apa sesungguhnya perihal yang membawa berkah kebahagiaan dan kesejahteraan tersebut. Dewa Sakka, raja dewa dari alam Surga Tavatimsa, akhirnya mengutus satu dewa untuk menemui Sang Buddha dan menanyakan apa sesungguhnya pembawa berkah itu. Dengan dikelilingi oleh para dewa lainnya, dewa tersebut menemui Sang Buddha di pagi hari yang pada waktu itu tengah berdiam di Jetavana Savatthi. Ia bertanya tentang berkah yang diperdebatkan oleh para dewa dan manusia. Sang Buddha menjawab dengan berbagai syair yang mana di dalamnya terdapat tigapuluh delapan hal yang membawa pada berkah kesejahteraan dan kebahagiaan. Jawaban Sang Buddha sangat menarik. Tiga puluh delapan perihal yang membawa berkah berisikan tindakan-tindakan bajik yang membawa pada kebahagiaan baik duniawi seperti kebahagiaan dalam hidup berkeluarga maupun spiritual, yakni pencapaian kesucian arahanta. Tindakan-tindakan pembawa berkah ini meliputi perbuatan-perbuatan baik dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, ekonomi, pendidikan dan spiritual. Kita mendapatkan pelajaran dari sutta ini bahwa berkah diperoleh, menurut Sang Buddha, bukan dengan mendapatkan sesuatu, tetapi lebih pada dengan berbuat sesuatu yakni berbuat kebajikan Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha di lain kesempatan bahwa hari yang baik adalah hari di mana seseorang melakukan tindakan bermanfaat, baik melalui ucapan, perbuatan jasmani maupun pikiran. Untuk lebih jelasnya, simak video berikut.

KEVAḌḌHA SUTTA: KESAKTIAN BUDDHA II Bhikkhu Santacitto II Agama Buddha #agamabuddha

Hidup Penuh Manfaat Tanpa Kelengahan ll Y.M Bhikkhu Atthadhiro

Khotbah tentang Berkat-Berkat -1 (Mangalasutta) -- Tanya-Jawab di 01:24:06

GANAKAMOGGALLANA SUTTA: Jhāna dan Tahapan Latihan yang Harus Dikembangkan I Bhikkhu Santacitto

UNTUK APA KITA HIDUP? Refleksi Mendalam tentang Tujuan Akhir Perjalanan Manusia

Inilah Berkah yang diwariskan Leluhur Nusantara lewat Borobudur - Upasaka Salim Lee

Untuk Kamu yang Sulit Mengendalikan Diri | Bhante Pannavaro

"URAIAN TENTANG MANGALA SUTTA (B.1)" BY BHANTE THITAYANNO 🔥 #buddha #dhamma #sangha

ĀNĀPĀNASATI SUTTA | BHANTE ABHIJATO #fyp

Cara Agar Memperoleh Keberuntungan ll Bhikkhu Abhijato

Meditasi Vipassana untuk Pencerahan & Pembebasan | Diskusi Dhamma Bhante Santacitto #meditasibuddhis

62 PANDANGAN SALAH DALAM BRAHMAJALA SUTTA I Dighanikaya I Diskusi Dhamma I Bhikkhu Santacitto

MANGALA SUTTA - BERKAH UTAMA OLEH BHIKKHU ABHIJATO

Mengapa ada Relief Tersembunyi di Candi Borobudur - Upasaka Salim Lee

MEDITASI: MENGAPA HARUS KESADARAN? I Bhikkhu Santacitto I Vihara Mendut #agamabuddha #meditasi

Bhikkhu Abhijato "Antara Kremasi atau dikubur Pilih Mana Anda? #addhikachannel #bhante

CARA MEDITASI YANG BAIK & BENAR《BHANTE ABHIJATO》

SAAT KAMU BERHENTI MELAWAN PENDERITAAN, maka Kedamaian Akan Datang || Y. M. Sri Paññāvaro Mahāthera

Ceramah Dhamma: Memahami Hukum Perubahan || Bhikkhu Santacitto || Dhamma Nusantara

