KEBAHAGIAAN TATUNG SINGKAWANG USAI TAMPIL DI FESTIVAL CAP GO MEH 2026
Seusai melakukan atraksi di perayaan puncak Festival Cap Go Meh, pada Selasa kemarin. Tatung yang cukup terkenal di Kota Singkawang yakni tatung dari Pekong Datok Mutaji Singkawang, Suhu Phen, mengaku merasa bahagia. "Rasanya senang, meriah tahun ini. Semangat. Rasanya sangat berbeda dari tahun-tahun yang lalu. Tahun ini perayaannya semakin bersatu dan semakin meriah," katanya kepada tribunpontianak.co.id. Walaupun sejak dini hari, ia bersama rombongannya sudah berkumpul di sekitaran Kantor Wali Kota Singkawang. "Dari subuh kami sudah di pembarisan," ungkapnya. Rombongan tatung dari Pekong Datok Mutaji Singkawang ini pun masuk ke barisan khusus. Sehingga di depan panggung kehormatan, ia bersama rombongannya dapat menampilkan budayanya yakni atraksi ekstrem tersebut. "Budaya yang selalu kami bawakan, seperti atraksi tusuk dan naik tandu untuk Cap Go Meh," jelasnya. Ia menjelaskan untuk melakukan atraksi ekstrem seperti menusukkan benda tajam ke bagian tubuh, sebelumnya tatung yang dikenal sebagai Suhu akan melakukan pembacaan mantra. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya luka berdarah saat benda tajam ditusukkan ke bagian tubuh. Karena, menurut kepercayaannya, disaat tatung sudah dirasuki roh dewa atau leluhur, maka tubuh asli dari tatung tersebut akan kebal. "Atraksi tusuk itu ada mantranya. Mantranya supaya tidak terjadi apa-apa. Kalau orang sadar ditusuk pasti sakit, tapi kami punya mantra dan doa-doa, memohon supaya tidak berdarah dan semuanya berjalan baik," jelasnya. Menurutnya tatung adalah orang yang dipilih oleh Mahadewa. Sehingga tidak semua manusia bisa dipilih sebagai tatung. "Hanya yang cocok saja yang bisa menjadi tatung," ucapnya. Suhu Phen pun mengatakan, selain dirinya yang dikenal sebagai tatung. Ia juga kerap mengobati orang. "Selain itu, kegiatan kami juga mengobati orang. Seperti pasien kalau di rumah sakit, tetapi kami membantu mengobati orang yang terkena gangguan tertentu," katanya. Sebelum tampil kemarin, ia juga melakukan pembersihan badan dan banyak berdoa agar semuanya lancar. Selain itu ia juga berterima kasih kepada para donatur yang sudah mendukung dan kepada pengurus pekong. Menurutnya ia percaya di dalam dirinya ada leluhur yang menjaganya. "Ada roh-roh baik dan dewa-dewa kami. Kalau saya ada dewa Pak Kung. Untuk pengobatan biasanya Datuk Mutaji. Saat proses pengobatan, kadang kami sudah tidak sadar lagi," ceritanya. Ia mengatakan pada awal-awal dulu pertama kali, disaat dirasuki oleh roh leluhur badannya terasa berbeda. Bahkan ia merasakan muntah, badan terasa berat, seperti ada yang mengganggu. Sebelum jadi tatung, ia mengaku dulu sering bermain jelangkung. Namun usai terpilih sebagai tatung oleh roh leluhurnya, Suhu Phen pun mengabadikan dirinya sejak puluhan tahun sebagai tatung. "Akhirnya kami bertanya kepada orang yang lebih mengerti. Dulu juga pernah bermain jelangkung, walaupun sebenarnya tidak ada ahlinya dan itu tidak boleh dilakukan," jelasnya. Kemudian ia bercerita, roh leluhurnya yakni Datuk Mutaji-lah yang pertama membimbingnya. "Apa yang beliau katakan kami jalani. Dari situ kami bertemu guru-guru lain, mendapat pengalaman, bahkan ada yang melalui mimpi," ungkapnya. Bahkan ia juga pernah menampilkan budaya tatung ini ke luar daerah. Menurutnya hal ini adalah pengalaman yang cukup luar biasa dan membanggakan. "Pengalaman tampil juga pernah di luar daerah, salah satunya di Semarang tahun 2019. Saat itu dalam acara Apeksi, tatung membawa budaya dari Singkawang untuk ditampilkan di sana. Ada juga atraksi tusuk di bagian pipi," katanya. #tatung #budaya #tradisi #singkawang #capgomehsingkawang #capgomeh2026 Simak berita selengkapnya di https://pontianak.tribunnews.com/topi... Simak Video Viral lainnya / tribunsingkawang1 Program: Saksi Kata Jurnalis: Widad Ardina Editor Video: Anesh Viduka Sumber: Tribun Pontianak Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd... Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru. Follow us: Instagram: / tribunpontianak Facebook: / tribunpontianakinteraktif Twitter: / tribunpontianak TikTok: tiktok.com/@tribunpontianak Terima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.

MUEZZIN FARHANI FELT SOMETHING WAS OFF WHEN THE PERPETRATOR TOLD HIM TO CLEAR THE MOSQUE

TIONGHOA SINGKAWANG "Jejak Tradisi Leluhur"

INI DIA KOTA TERTOLERANSI NO 1 DI INDONESIA! "SINGKAWANG" dokumenter

🔴LIVE TOMMY TRI SOAL ROY SURYO MINTA PRAPID KE 3

Sembahyang Malam Imlek di Kota Singkawang

ALASAN AMOY SINGKAWANG BEGITU TERKENAL !

Today: Trump meets Lebanese leader, eyes Iran's Pickaxe Mountain, and Hegseth is grilled on war cost

What to know about Pickaxe Mountain, an Iranian target noted by Trump

Iran War Cost Threatens the United States: Sen. Rand Paul

Kecantikan Gadis Amoy Kalimantan Barat! Singkawang Mayoritas Tionghoa, Kota Toleransi di Indonesia

Sunol's 'Little Fire' forces evacuations | West Coast Wrap

🔵 MOMENTS OF THE EVACUATION AT THE GRAND POLONIA LUXURY HOME EXPLOSION, 4 VICTIMS TRAPPED UNDER R...

Firefighter injured, evacuations underway as Pleasanton wildfire explodes

⚪️ Pesona Vihara Tri Dharma di Malam Tahun Baru: Tradisi dan Euforia di Tengah Riuh Kota Singkawang

Tracking Tropical Storm Bertha: 4 a.m. Wednesday update

⚪️ Meriahnya Sore Singkawang: Lampion dan Pernak-Pernik Imlek 2025 Hiasi Kota

🔵 Melihat Ritual Sembahyang di Vihara Bumi Raya Singkawang Saat Perayaan Imlek

Pat Fallon Asks Smithsonian Museum Director If She Loves The United States Of America

Fire in Sunol burns over 1,000 acres as evacuation orders remain in effect

