SAPARI Transformasi Kepengawasan Melalui SIBALAKUTAK dan L_OASIS dalam KOTAK PAKAREI #gempitajabar

Komunitas Belajar (Kombel) SAPARI yang mencakup 8 sekolah binaan. Langkah konkretnya meliputi: Legalisasi Formal: Mengajukan dan menerbitkan SK Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon sebagai payung hukum kolaborasi lintas sekolah binaan. Kata SAPARI terinspirasi dari kata Safar secara bahasa berarti perjalanan atau perpindahan dari satu tempat ke tempat lain. Kombel SAPARI juga memiliki akronim dari Sinergi Aktif Pendampingan Aspiratif, Reflektif dan Inovatif. Siklus Pertemuan Berkala, memanfaatkan sebagian dari 37,5 jam kerja mingguan untuk memfasilitasi diskusi terfokus terkait program prioritas, seperti penerapan 7 KAIH dan strategi Pembelajaran Mendalam (PM). Gerakan SAGU SASI (Satu Guru Satu Inovasi): Meluncurkan program apresiasi untuk memicu kreativitas guru dalam menciptakan media atau metode ajar baru yang kemudian dibagikan di dalam Kombel. Inovasi Pedagogis, penerapan Model L_OASIS dalam KOTAK PAKAREI Untuk mengatasi penurunan literasi dan numerasi, saya memperkenalkan model L_OASIS melalui media KOTAK PAKAREI (Adopsi Artist Box Korea Selatan) yang dilengkapi dengan Buku Panduan KOTAK PAKAREI. Semiotic Scaffolding berbasis Budaya: Guru menggunakan 5 simbol Topeng Cirebon sebagai panduan fase berpikir murid, mulai dari fase Panji (Observasi/Mengingat) hingga fase Kelana (Berkreasi/Mencipta) . Sinergi Taksonomi (Bloom-SOLO): Saya membimbing guru menggunakan matriks khusus untuk memetakan instruksi kerja (Bloom) sekaligus mengukur kualitas kedalaman pemahaman murid (SOLO).