BADONGNA TO RANTETAYO TAPPARAN DI TAMPO MENGKENDEK TANAH TORAJA
TARIAN MA' BADONG ADAT TORAJA PADA PROSESI PEMAKAMAN RAMBU SOLO Record by Camera canon Power Shot SX520 HS FULL HD 42X Optical zoom Editing App. Kine master “Melaksanakan Ma’badong dengan melingkar dan berpegangan tangan, tidak boleh dilaksanakan jika tidak ada orang mati yang akan dipesta, dan harus menyediakan minimal 3 kerbau”. Bagi Tato’ Dena’ aturan-aturan dalam melakukan Ma’badong adalah Sesuai dengan aturan pesta rambu Solo. Ma’badong adalah salah satu bagian dari Rambu Solo’ jadi syaratnya itu khusus untuk orang mati. Tidak boleh untuk Rambu Tuka’ (pesta sukacita). Jadi aturan-aturannya itu memang mengikuti aturan-aturan Rambu solo’ menyangkut yang meninggal ini karena menyangkut rohnya sesuai kepercayaan Aluk Todolo diangkat ke Puya. Jadi ia berangkat dengan sajian-sajian dari keluarga dan bekal-bekal yang telah disiapkan oleh keluarga. Itu diantar dengan sebuah puisi. Dia diantar dengan penuh kelegaan. Tidak ada lagi yang mengikat. Hal ketiga yaitu syair dari Ma’badong. Syair dari nyanyian pada Ma’badong menurut Luther Balalembang adalah “sastra yang menceritakan kelahiran manusia dari mengidam hidup sampai meninggalnya. Menggunakan sappak tomali’ tidak banyak orang yang bisa menghafal, serta menyesuaikan dengan kastanya. untuk bangsawan bukan buah yang dipake mamanya mengidam tapi dari madu , susu dan beras ketan. Untuk kasta rendah memakan buah. Katanya juga manusia berasal dari langit. Dikirim dari langit ke kandungan manusia”. Hal keempat yang menjadi makna denotasi Ma’badong adalah waktu pelaksanaan. Menurut Luther Balalembang waktu pelaksanaan “saat menyambut tamu pada saat upacara kematian. sesuai dengan kriteria berapa jumlah kerbau. Minimal 3 kerbau. Hampir diseluruh daerah toraja dan dilarang Ma’badong setelah orang matinya dikubur”. Hal kelima yang menjadi makna denotasi dari Ma’badong adalah lokasi pengadaan Ma’badong. Lokasi Ma’badong

@pa'badong,tarian kusus untuk ritual rambu solo'

06 AGUSTUS 2025 MANTUNU TEDONG

Penjemputan Jenazah Mantan Bupati Tana Toraja "Tandi Roma Andilolo"

badong atau toma'badong durasi lama di ritual Almh. indo' kalasso'

MA'PASONGLO ALM. THOMAS KAMISI, |Ulusalu, 24 Septermber 2025

Inside a High-Tech Cane Sugar Factory: How Fresh Purple Sugarcane Becomes Crystal Sugar Full Process

Tampil Mewah SMPN 2 Buntu Pepasan|| Musik Bambu || Vestifal Budaya Toraja Utara 2022

Badong To Buntu Tagari, Kec.Denpina, Toraja Utara.

Ini Kota Makale Toraja, Ternyata Bukan Kampung Sunyi - Beragam Agama Ada Disini

Mangrara Tongkonan Tomakaka - Bagian 1

Mak Badong // Masanda

Sekampung Menarik Batu Besar pada acara Pemakaman Ne' Layuk lilikira PART 6

Seni suara khas Toraja asal Tapparan || Ritus Rambu Tuka' Merok Tongkonan Ampang Bassi Langda

Pa' Bettang

PENTAHBISAN GEREJA TORAJA JEMAAT EFRATA MALINAU DI KABUPATEN MALINAU

PART XI. RANGKAIAN ACARA PEMAKAMAN ALMH. LAI' SALUAN (NE' DESMAN) & ALM. MARKUS T. LAMBE (BAPAK EKO)

Land of the Toraja Nobility | A Glimpse into Life in Sangalla, Tana Toraja.

พิธีการณาปนกิจศพ อินแต่ง แก้วบัวลา ພິທີຊາປະນະກິດສົບ ອິນແຕ່ງ ແກ້ວບົວລາ

MA'DONDI’ Toraja || Nyanyian Duka Suku Toraja

