Tugas Konseling Sebaya untuk memenuhi mata kuliah konseling sebaya, dosen pengampu Asna, S.Sos.,M.Pd

Nama : Siti Helmia Nim : 244486201025 Prodi : Bkpi24 /SMT 4 Matkul : konseling sebaya Dospem: Ibu Asna S.Sos., M.Pd. Tema : Bullying ( perundungan) 📌Seorang mahasiswa semester IV berinisial Himma (20 tahun) mengalami perundungan (bullying) yang dilakukan oleh beberapa teman sekelasnya selama kurang lebih dua bulan terakhir. Perundungan tersebut terjadi dalam bentuk ejekan terhadap kepribadian dan penampilannya. Himma sering disebut sebagai mahasiswa yang pendiam, tidak menarik untuk diajak bergaul, serta beberapa kali menjadi bahan olok-olok di depan teman-teman lainnya. Perlakuan tersebut terjadi secara berulang sehingga membuat himma merasa dipermalukan dan tidak nyaman berada di lingkungan kampus. Akibat pengalaman tersebut, himma mulai mengalami perubahan pada kondisi emosional dan perilakunya. Ia menjadi minder, kehilangan rasa percaya diri, merasa cemas ketika akan mengikuti perkuliahan, serta lebih sering memilih menyendiri. Selain itu, Himma mengaku kesulitan berkonsentrasi saat dosen menjelaskan materi karena pikirannya dipenuhi rasa takut akan kembali menjadi sasaran ejekan. Kondisi ini juga menyebabkan motivasi belajarnya menurun dan muncul keinginan untuk menghindari kehadiran di kelas. Selama mengalami perundungan, Himma belum pernah menceritakan permasalahannya kepada siapa pun karena merasa takut jika pelaku akan semakin mengejek atau mempermalukannya. Ia memilih memendam perasaan sedih dan kecewanya sendiri sehingga beban emosional yang dirasakan semakin berat. Akibatnya, Himma merasa tidak memiliki tempat yang aman untuk berbagi cerita maupun memperoleh dukungan dari orang lain. Melalui layanan konseling sebaya, himma diberikan kesempatan untuk menceritakan pengalaman yang dialaminya dalam suasana yang aman, nyaman, dan tanpa penghakiman. Konselor sebaya membantu Himma mengenali perasaan yang dialami, mengeksplorasi dampak perundungan terhadap kehidupan akademik dan sosialnya, serta menemukan alternatif penyelesaian masalah berdasarkan potensi yang dimilikinya. Pada akhir sesi, Himma menyadari pentingnya mencari dukungan dari orang yang dipercaya dan bersedia mempertimbangkan rujukan kepada konselor kampus agar memperoleh pendampingan yang lebih komprehensif. Melalui proses tersebut, diharapkan Himma mampu membangun kembali rasa percaya diri, meningkatkan kemampuan menghadapi perundungan secara adaptif, serta memperoleh lingkungan yang lebih aman dan mendukung proses belajarnya.