Menantang Badai di Gladak: Swadaya Baliho dan Babak Baru Takhta Keraton Solo
TRIBUNSOLO.COM - Pagi itu, riuh klakson dan deru mesin kendaraan di Perempatan Gladak, Solo, terasa berbeda. Di salah satu sudut strategis kota budaya ini, sebuah baliho besar resmi membentang sejak Senin (1/6/2026). Di atas kain digital itu, terpampang wajah dan nama yang memicu riak baru dalam dinamika internal salah satu dinasti Mataram Islam yang tersisa: Pakubuwono XIV Hangabehi. Bagi warga biasa, itu mungkin hanya sebuah papan reklame baru. Namun bagi mereka yang paham denyut nadi Keraton Surakarta Hadiningrat, baliho tersebut adalah sebuah maklumat terbuka—sebuah proklamasi visual yang menegaskan siapa pewaris takhta selanjutnya versi Lembaga Dewan Adat (LDA). Langkah blak-blakan ini diambil bukan tanpa pematik. Di tengah embusan angin konflik dan kabar bahwa kubu seberang akan melaporkan klaim ini sebagai berita bohong (*hoaks*), LDA justru memilih "menantang badai". Mereka tidak mundur; mereka justru meluaskan gerakan. Bergerak dalam Senyap Swadaya "Baguslah, coba nanti dibuktikan," tantang Ketua Eksekutif LDA Keraton Surakarta, KPH Eddy Wirabhumi, saat ditemui di Kantor Badan Pengelola Keraton Surakarta, Jumat (5/6/2026). Senyumnya tenang, namun kalimatnya tegas. "Saya berharap itu dilakukan, supaya lebih jelas siapa yang duduk menempatkan diri pada posisinya dan siapa yang tidak." Bagi Eddy dan LDA, urusan takhta ini sebenarnya sudah selesai secara de facto di internal mereka sejak akhir tahun lalu. Tepatnya pada 13 November 2025, di bawah atap sakral Sasana Handrawina, Pakubuwono XIV Hangabehi telah dideklarasikan naik takhta. Perkara belum digelarnya kirab jumenengan (upacara penobatan besar), menurutnya hanyalah masalah teknis dan waktu yang sedang menyesuaikan dengan hukum adat serta hukum nasional. Namun, yang membuat fenomena kali ini berbeda adalah cara gerakan ini membesar. Ini bukan lagi sekadar titah dari dalam benteng keraton yang feodal, melainkan gerakan yang disokong oleh akar rumput. Hingga awal Juni 2026, hampir 60 titik baliho serupa telah berdiri tegak. Dan yang mengejutkan, semuanya dipasang dengan *biaya sendiri (swadaya)* oleh para pendukung di berbagai daerah. "Mereka berinisiatif karena merasa bagian dari keluarga besar yang turut berjuang dari berbagai wilayah," jelas Eddy dengan nada bangga. Di Kudus dan Demak, baliho bahkan sudah curi start terpasang lebih dulu sebelum Solo merampungkan titik-titik lainnya. Bagi para pendukung setianya, memasang baliho ini bukan sekadar aksi politik praktis. Ini adalah sebuah perjuangan adat. Ada rasa kepemilikan emosional terhadap kelestarian tradisi Mataram yang membuat mereka rela merogoh kocek pribadi demi menyosialisasikan sang raja baru. Keraton Solo memang tak pernah sepi dari romansa sekaligus prahara internal. Masalah pengembalian pusaka hingga legalitas takhta selalu menjadi bumbu yang mengiringi perjalanan sejarahnya. Kini, dengan puluhan baliho Pakubuwono XIV Hangabehi yang mulai mengepung Solo dan merambah ke berbagai kabupaten di Jawa Tengah hingga Jawa Timur, LDA sedang mengirimkan pesan kuat kepada publik dan rivalnya: Gong perjuangan telah ditabuh, dan masyarakat adat di belakang kami telah bergerak. Di bawah terik matahari Solo, gambar Pakubuwono XIV di Perempatan Gladak itu tetap menatap lurus ke depan. Menanti, apakah jalur hukum yang diancamkan kubu lawan akan benar-benar memperjelas segalanya, atau justru membuat benang kusut sejarah keraton ini semakin sulit diurai.
![[FULL] REALITAS - SILSILAH RAJA BEREBUT TAKHTA](https://i.ytimg.com/vi/jUqjS98Pdcw/hqdefault.jpg?sqp=-oaymwEjCNACELwBSFryq4qpAxUIARUAAAAAGAElAADIQj0AgKJDeAE=&rs=AOn4CLDRd8flztSi8X3Q1wL-fY-Pi-CxnQ)
[FULL] REALITAS - SILSILAH RAJA BEREBUT TAKHTA

JOKOWI KHIANATI MEGAWATI & PDIP, MASIH PUNYA NYALI ?- PANDA NABABAN (Salah Satu Pendiri PDIP)

NGERI! SEBANYAK PULUHAN RIBU JIWA JADI KORBAN KARENA SOSOK INI!!

Wikramawarddhana & The Paregreg War, The Beginning of Majapahit's Decline I Edge of History #2

🔴BREAKING NEWS: Persoalan Baliho Meluas, GKRP Timoer Akan Gugat Gusti Moeng

Goro Goro Jelang Suro Keraton Kasunanan Surokarto

CANDI PRAMBANAN KEINDAHAN WARISAN DUNIA YANG ADA DI YOGYAKARTA

The 22-Year-Old Viceroy Mangkunegara's Luxurious Home Covers One Hectare

LIVE!! KLARIFIKASI RAFFI AHMAD DI DAMPINGI HOTMAN PARIS SOAL BLUERAY CARGO

Di Balik Tembok Keraton: Istri, Anak, dan Perebutan Takhta #KeratonSolo #KonflikKeraton #purboyo

🔴LIVE: Tedjowulan Minta Pemkot Fasilitasi Pertemuan Dua Kubu, Pemkot: Kita Bantu Pengamanan Saja

Keraton Jogja dan Perjanjian Giyanti: Kisah Pecahnya Mataram Islam

GEGER√√ REAKSI RUBEN ONSU KETIKA IVAN GUNAWAN TANYAKAN SOIMAH TENTANG C.E.O?

BENERAN DILUAR NALAR ‼️ GELEDAH MASJID TIBAN, MASJID YANG DIPERCAYA DIBANGUN OLEH JIN - ILMU MERAH

Unjuk Rasa Mahasiswa Kritik Kebijakan Pemerintah

The True Origins of the BETAWI People: Turns Out They’re Not From the Island of JAVA?!

Keraton Surakarta , Penobatan PB 14 Hangabehi Segera Digelar , LDA : Syarat Sudah Lengkap

BANCAKAN ELIT DI BALIK PROGRAM MBG. YAYASAN TERAFILIASI PARTAI PENGUASA PALING BANYAK JATAH! | #1240

Nekat! Cowok Korea Sendirian ke Suku Baduy, Kaget Saat Dihadang Aturan Ini..

