Pranata Mangsa

Beberapa penelitian sebelumnya menunjukan bahwa pengetahuan lokal dapat meningkatkan ketahanan masyarakat, strategi mitigasi dan adaptasi, serta sistem peringatan dini dalam menghadapi iklim dan bencana [10-12]. Selain itu, para antropolog dan sosiolog telah mengembangkan teori-teori pengetahuan lokal sejak zaman 1930 dan 1940-an. Misalnya, Redfield memperkenalkan konsep "folk-urban continuum" pada tahun 1944 [13], yang menurutnya pengurangan risiko hanya dapat dicapai melalui proses sosial sebagai lawan dari teknis - proses berbasis rekayasa [14]. Salah satu pengetahuan lokal yang ada di Indonesia yang terkait dengan pengurangan resiko bencana hidrometeorologis dan penentuan pola tanam yaitu Pranata Mangsa, dimana sebaran pemanfaatan dan asal usul nya terdapat di pulau dan suku Jawa.