Ceramah Kocak Penuh Ilmu - Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Indonesia - Ahmad Al Ghifari 3B KMI

#pidatobahasaindonesia #lombapidato #nasionalisme #ceramahkocak #juara1lombapidato Penceramah Ahmad Al Ghifari kelas 3B Pesantren Modern Darul Hijrah Al-Madaniyyah Cinta Maju. yang dibimbing oleh Al ustadz Radiansyah Pesantren Modern Darul Hijrah Al-Madaniyyah. judul pidato yang dia bawakan : NASIONALISME DALAM KONSEP ISLAM Isi Pidato Bismillahirrahmanirrahim Assalamu'alaikum wr wb. Alhamdulillah...... Sholawat dan salam..... Sudah menjadi fakta dalam sejarah nasional, bahwa kemerdekaan yang direbut dari tangan para penjajah mayoritasnya direbut oleh para pejuang pejuang muslim, yang dipimpin oleh berbagai kalangan seperti, kiai, ustad, tokoh agama dan lain-lain. Semua yang mereka lakukan itu bukan semata mata memenuhi panggilan ibu pertiwi untuk merdeka namun panggilan suci yang berasal dari ketauhidan dan keimanan. Semangat nasionalisme para pejuang muslim inilah yang membuat kita dapat merasakan indahnya kemerdekaan sekarang ini. Didalam "QS An-Nisa ayat 59 Allah berfirman Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar -benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." (QS An-Nisa : 59) Ahmad Musthafa al-Maraghi dalam Tafsirnya juz 3 Halaman 72. Menjelaskan ayat ini adalah perintah kepada orang yang beriman agar mematuhi Allah serta mengamalkan Al-Qur'an, dan mematuhi sunnah Rasul, serta mematuhi ulil amri yang meliputi pemerintah, para hakim, para ulama, pangilma perang yang menjadi rujukan dalam memenuhi kebutuhan dan memecahkan masalah yang dihadapi. Jika kita lebih mendalami makna tesebut, maka ayat ini adalah landasan bagi orang yang beriman untuk hidup berbangsa dan bernegara. Namun jika kita hidup berbangsa dan bernegara harus sesuai syariat Islam, bukan sesuai kehendak diri kita sendiri. Kita masyarakat yang mempunyai sifat nasionalisme mempunyai harga diri yang tinggi, kita bukan masyarakat yang menjual sandal swallow. Dibayar 100 ribu langsung mau ini mau itu,pilih ini pilih itu, tapi setelah dibayar kita seperti di injak injak bagai sandal, jalan kesini jalan kesana demo ini demo itu dan bingung kenapa hidup jadi begini jadi begitu. Jika sudah terjadi seperti itu, akan banyak orang yang demo ke tengah jalan dan menyebabkan permusuhan. Akan banyak dari kita yang awalnya saling kenal menjadi tak saling kenal, Dan banyak dari kita yang awalnya bersatu menjadi berseteru. Kita sebagai warga nasionalisme, sudah seharusnya memahami arti ukhuwah secara umum dan itu merupakan pengamalan dari “hablum minan naas”. Oleh karena itu marilah kita sebagai warga bangsa, mari kita bangkit dan berdiri karena kita sedang terjajah meski tak tersadari. Dari uraian diatas dapat kita ambil kesimpulan bahwa. Kita harus berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunah Nabi dalam membentuk warga yang nasionalisme yang berarti tak ada perpecahan, tidak ada yang namanya permusuhan namun saling mengisi kekurangan dan membantu dalam memenuhi kebutuhan bangsa dan negara. Dengan demikian Insyallah bangsa kita akan makmur dengan rakyat yang berbudi luhur sehingga Rahmat Allah pun akan terkucur seperti air mancur. Aamiin yaa robbal 'Alamiin..." sekian dan terimakasih wassalamu'alaikum wr wb

Lomba Pidato || Hebat dan Berperan Pentingnya Para Santri
▶︎

Lomba Pidato || Hebat dan Berperan Pentingnya Para Santri

Geeer!!! Komedian Beraksi!! Ate Lucu dan Penuh Makna!! Remaja Jangan Salah Langkah | Aksi Asia 2024
▶︎

Geeer!!! Komedian Beraksi!! Ate Lucu dan Penuh Makna!! Remaja Jangan Salah Langkah | Aksi Asia 2024

6 Tips Juara Lomba Pidato ✔️| ArenaLomba | Juara
▶︎

6 Tips Juara Lomba Pidato ✔️| ArenaLomba | Juara

Ceramah lucu dari santri kocak - bikin ketawa ❗❗
▶︎

Ceramah lucu dari santri kocak - bikin ketawa ❗❗

DARI ZAMAN ONTA HINGGA ZAMAN TOYOTA
▶︎

DARI ZAMAN ONTA HINGGA ZAMAN TOYOTA

PIDATO LUCU SINGKAT TENTANG SEDEKAH VIRAL SERU BAHASA INDONESIA
▶︎

PIDATO LUCU SINGKAT TENTANG SEDEKAH VIRAL SERU BAHASA INDONESIA

Lomba Pidato bahasa Indonesia
▶︎

Lomba Pidato bahasa Indonesia

Ceramah Lucu Ustadz Tile ( Ust. Nur Fadilah) 2024
▶︎

Ceramah Lucu Ustadz Tile ( Ust. Nur Fadilah) 2024

ustadz wijayanto Funny And Hilarious... Really
▶︎

ustadz wijayanto Funny And Hilarious... Really

Ketika santri Ceramah Lucu Tentang SABAR
▶︎

Ketika santri Ceramah Lucu Tentang SABAR

Juara 1 Speech Contest SMP Tinggkat Nasional | SMP Al Azhar Syifa Budi Cibinong
▶︎

Juara 1 Speech Contest SMP Tinggkat Nasional | SMP Al Azhar Syifa Budi Cibinong

JANGAN SIA-SIAKAN MASA MUDA!!! Rena Reni (Indonesia) Ingagtkan Kita Agar Muda Berguna, Tua Bahagia
▶︎

JANGAN SIA-SIAKAN MASA MUDA!!! Rena Reni (Indonesia) Ingagtkan Kita Agar Muda Berguna, Tua Bahagia

JUARA I LOMBA PIDATO BUNG KARNO TINGKAT SMP BULAN BUNG KARNO 2020
▶︎

JUARA I LOMBA PIDATO BUNG KARNO TINGKAT SMP BULAN BUNG KARNO 2020

LUAR BIASA! JUARA HARAPAN 1 PTQ RRI CABANG TAUSIYAH | YAHDINA RUSYDA ALUMNI HIQMA UIN JAKARTA
▶︎

LUAR BIASA! JUARA HARAPAN 1 PTQ RRI CABANG TAUSIYAH | YAHDINA RUSYDA ALUMNI HIQMA UIN JAKARTA

Tausiyah Renareni (Indonesia) Dipuji Tidak Terbang, Dihina Tidak Tumbang | Aksi Asia 2024
▶︎

Tausiyah Renareni (Indonesia) Dipuji Tidak Terbang, Dihina Tidak Tumbang | Aksi Asia 2024

Ziyad Da'i Cilik Aceh || Pentingnya Menuntut Ilmu || Bahan Pidato Mantap
▶︎

Ziyad Da'i Cilik Aceh || Pentingnya Menuntut Ilmu || Bahan Pidato Mantap

1st Place: Muhammad Mukhtar Arif (Bandung) in the Tausyiah Category || RRI National PTQ 2022
▶︎

1st Place: Muhammad Mukhtar Arif (Bandung) in the Tausyiah Category || RRI National PTQ 2022

Juara 1 Pidato Muhadhoroh Gabungan -Maskanul Huffadz
▶︎

Juara 1 Pidato Muhadhoroh Gabungan -Maskanul Huffadz

Juara 1 Thalita Syalida (Surabaya) Golongan Tausyiah || PTQ Nasional RRI Tahun 2022
▶︎

Juara 1 Thalita Syalida (Surabaya) Golongan Tausyiah || PTQ Nasional RRI Tahun 2022

Merangkul Bukan Saling Memukul, Rena Reni (Indonesia) Tanpa Adu Domba Hidup Berjaya | Aksi Asia 2024
▶︎

Merangkul Bukan Saling Memukul, Rena Reni (Indonesia) Tanpa Adu Domba Hidup Berjaya | Aksi Asia 2024