🌍🎙️ INTERCULTURAL DIALOGUE: CAN DIVERSITY UNITE US?
Bagaimana masyarakat yang memiliki perbedaan budaya, identitas, dan pengalaman sejarah dapat tetap hidup berdampingan secara harmonis? Dalam episode podcast kali ini, kami mendiskusikan hasil seminar yang disampaikan oleh Ibu Dr. Uroosa Mushtaq mengenai Intercultural Dialogue and Social Cohesion in a Globalised World. Seminar tersebut membahas hasil penelitian beliau tentang peran intercultural dialogue dalam membangun kepercayaan, pemahaman, dan kohesi sosial, khususnya melalui studi kasus komunitas diaspora yang terhubung dengan Jammu and Kashmir. Sebagai reviewer, kami mencoba mengulas dan mendiskusikan beberapa gagasan utama yang disampaikan, mulai dari konsep openness, respect, dan reciprocity, hingga pentingnya trust building dan relational transformation dalam menciptakan hubungan yang lebih positif antar kelompok yang berbeda. Menariknya, penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan dialog tidak selalu diukur dari tercapainya kesepakatan, tetapi dari tumbuhnya rasa saling memahami, menghormati, dan keinginan untuk terus membangun komunikasi di masa depan. 🌏✨ 📚 Podcast ini dibuat untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Teori dan Praktik Diplomasi yang diampu oleh Kak Eska Dwipayana Pulungan, M.A. 👥 Kelompok 5 | HI 6A M. Fayzha Novendus (11231130000004) Andini Putri Riyani (11231130000036) Muhammad Afdhilan Nadlindyaz (11231130000091) Muhammad Mufid Elbadri (11231130000100) 🎧 Selamat mendengarkan, dan semoga diskusi ini dapat menambah perspektif kita tentang bagaimana dialog dapat menjadi jembatan di tengah keberagaman. 💬 Menurut kalian, apakah dialog antarbudaya mampu mengurangi prasangka dan memperkuat hubungan antar masyarakat yang berbeda? Tulis di kolom komentar yaa sobat HI!. #InterculturalDialogue #JammuAndKashmir #UroosaMushtaq #PodcastHI #HubunganInternasional #TeoridanPraktikDiplomasi #Diplomasi #HI6A #Kelompok5 #SocialCohesion #CulturalDiversity #Globalisation #MahasiswaHI #UINJakarta #internationalRelations

Cak nun. Ada peristiwa apa di bulan Juni?

Ep 74 w Prof Tajuddin Rasdi: Normalisasi Kebodohan dan Kepatuhan Buta Dalam Masyarakat Melayu

Peran Pejuang Tionghoa dalam Kemerdekaan Indonesia yang Jarang Dibahas | Ft. Botak Bicara

Isu-isu blunder pemerintah membuat rupiah makin melemah | Yanuar Rizky #Ngobrol162

KELAS!! GEN-Z BERANI COUNTER MILENIAL DEPAN MUKA LANGSUNG

1986: How to Spot the Upper Class | That's Life! | BBC Archive

FISIP Connection: Membedah Perspektif Lintas JurusanYang Ada di FISIP

How liberals monetized trauma | Catherine Liu on Marx, Trump, and identity politics

LIVE: Conan O’Brien speaks at Harvard graduation ceremony (full)

1 Muslim vs. 20 Christian Women | The Bridge

Leading a Great Nation, Shooting from the Hip, Young People Are Fed Up! (US) - Dinna Prapto Rahar...

BURONAN PALING DICARI DI JEPANG | KASUS TATSUYA ICHIHASHI

Bagaimana Masa Depan Literasi Indonesia di Era AI? | Helmy Yahya Bicara

Clara Mattei: capitalism is not natural - it’s enforced

Kontroversi Pesta Babi, Pesta Oligarki

Prajogo Pangestu Dari Orang Terkaya Jadi Rugi Ribuan Triliun?

Why The Russian Accent Terrifies Everyone

Why does DMK hate the Brahmins? • When did it begin? • How was it in the 10th century?

Fenomena Fast Food UMKM di Gorontalo: Peluang Bisnis atau Ancaman Kesehatan Gen Z KELOMPOK 2

