Renungan TEKAD - Hari Ke - 167 - Imamat 23:2

BACAAN: Imamat 23 Imamat 23: 2 Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Hari-hari raya yang ditetapkan TUHAN yang harus kamu maklumkan sebagai waktu pertemuan kudus, waktu perayaan yang Kutetapkan, adalah yang berikut. RENUNGAN Pernahkah kita membuka kalender atau jadwal harian dan menyadari bahwa banyaknya kegiatan atau hal-hal yang harus kita kerjakan setiap hari? Ada pekerjaan, sekolah, pelayanan, urusan keluarga, hingga berbagai target yang ingin dicapai. Namun, di tengah padatnya agenda tersebut, seringkali waktu untuk Tuhan justru menjadi yang paling mudah tergeser. Kita memberikan perhatian pada banyak hal, tetapi lupa bahwa hidup ini sebenarnya milik Tuhan dan seharusnya berjalan menurut kehendak-Nya. Imamat 23 berisi daftar hari-hari raya yang harus dirayakan oleh bangsa Israel. Kalau kita baca, pasal ini tampak seperti kumpulan aturan tentang kegiatan-kegiatan keagamaan. Namun, inti dari seluruh pasal ini terdapat pada ayat 2. Tuhan menyebut semua hari raya itu sebagai "hari raya yang ditetapkan Tuhan". Artinya, pusat dari setiap perayaan bukanlah manusia, melainkan Tuhan sendiri. Melalui berbagai hari raya tersebut, Tuhan mengajarkan umat-Nya untuk secara teratur mengingat karya-Nya, bersyukur atas pemeliharaan-Nya, dan memperbarui hubungan mereka dengan-Nya. Tuhan tidak ingin umat-Nya hanya datang kepada-Nya saat membutuhkan pertolongan saja. Ia ingin menjadi bagian yang mengatur ritme kehidupan mereka setiap waktu. Memang betul, melalui karya Kristus, kita tidak lagi diwajibkan merayakan seluruh hari raya Israel. Namun, kita tetap dipanggil untuk menjadikan Tuhan sebagai pusat hidup setiap harinya. Oleh karena itu, mari kita periksalah kembali "kalender" hidup kita. Apakah Tuhan hanya mendapat sisa waktu setelah semua urusan selesai, atau justru menjadi pusat yang mengatur seluruh hidup kita? Ambillah komitmen untuk menyediakan waktu khusus bagi Tuhan setiap hari melalui doa, pembacaan Firman, dan persekutuan dengan-Nya. Ketika Tuhan menjadi pusat hidup kita, setiap aktivitas tidak lagi sekedar rutinitas, melainkan kesempatan untuk memuliakan Tuhan. https://docs.google.com/forms/d/e/1FA...