@KangHadiConscience Ir. Azmi AB, Pemilik Museum Pustaka Peranakan Tionghoa di BSD Tangsel Banten.
Mengenal Sejarah di Museum Pustaka Peranakan Tionghoa Tak ada yang istimewa dari salah satu bangunan rumah toko (ruko) yang berlokasi di Kawasan BSD Serpong, Tangerang Selatan. Hanya ada satu papan merah berukir yang kondisinya telah usang. Papan itu memiliki aksara berkelir emas dengan tulisan "Museum Pustaka Peranakan Tionghoa". Selangkah saat melewati papan tersebut untuk masuk, terdapat pemandangan kuno lain yang terpampang pada dalam jendela ruko seperti adanya papan nama beraksara mandarin. Begitu di dalam ruangan, tampak tumpukan buku-buku hingga majalah serta komik yang memiliki aksara serupa. Pandangan yang semula melihat museum sederhana biasa seakan sirna, menjadi istimewa. Pemilik museum Azmi Abubakar mengatakan bahwa seluruh buku, masajalah, komik, serta foto-foto yang menggambarkan sejarah Tionghoa telah dikumpulknya sejak 1999 lalu. Saat ini, sedikitnya sudah ada 40.000 literatur yang mengenai sejarah Tionghoa di Indonesia Museum ini saya buka tahun 2011, setelah saya kumpulkan dokumen sejak tahun 1999. Saat ini ada sekitar 40.000 literatur," kata Azmi. Pengumpulan dokumen sejarah Tionghoa ini tak lepas dari kerusuhan etnis di Jakarta pada tahun 1998. Pengumpulan dokumen sejarah Tionghoa ini tak lepas dari kerusuhan etnis di Jakarta pada tahun 1998. Saat itu Azmi yang merupakan aktivis bagaimana kejadian menyedihkan menimpa keluarga Tionghoa. Pascakerusuhan itulah, Azmi niat mengumpulkan literatur sejarah untuk mengingatkan bangsa tentang keberadaan etnis Tionghoa yang tidak sedikit jasanya. Awalnya saya ingin mencari tau apa sih alasan sehingga masyarakat begitu liar pada saat itu. Setelah saya merenung ternyata saya nilai itu akibat minimnya informasi," ucapnya. Berangkat dari situ, Azmi mulai mengumpulkan tentang sejarah Tionghoa yang telah dibacanya. Begitu banyak dokumen yang menceritakan sejarah Tionghoa untuk Indonesia berada di museum milik pria kelahiran Aceh ini. Tahun penerbitan pun kian beragam, mulai 1800 hingga 1990-an. Tentu literatur tersebut didominasi mengenai Tionghoa. Salam KHC

Azmi Abu Bakar Buka-bukaan Soal Tragedi '98, Fadli Zon & Sejarah Diskriminasi Tionghoa

Exploring Tangerang's Old Market | History of the Chinese Fort

Traces of Chinese leadership in Indonesia, the great history of the nation that was lost.

CHINDO MASIH DIANGGAP BEDA? DISKUSI JUJUR SOAL STIGMA DAN SEJARAH

JALAN JALAN KE MUSEUM TIONGHOA DI BANDUNG | KDM BERCITA-CITA DIGITALISASI MUSEUM DI JABAR

Sejarah Konghucu di Indonesia: Dari Dilarang hingga Diakui

AZMI ABU BAKAR PUTRA ACEH PENDIRI MUSEUM PERANAKAN TIONGHOA | The One

Orangtua Bercerai, Pria Ini Diasuh oleh Keluarga Tionghoa Dari Kecil | Helmy Yahya Bicara

SEJARAH MIGRASI ORANG TIONGHOA KE SELURUH DUNIA | MUSEUM TIONGHOA PERANTAUAN

ETHNIC CHINESE ARE OFTEN TARGETTED IN THIS COUNTRY!!! (AZMI ABUBAKAR - INTI Expert Council)
![[FULL] The Giant Killer Tan Joe Hok, Pesan Bung Karno, Gus Dur, dan Makna Imlek | ROSI](https://i.ytimg.com/vi/vwzY6hpPmzM/hqdefault.jpg?sqp=-oaymwEjCNACELwBSFryq4qpAxUIARUAAAAAGAElAADIQj0AgKJDeAE=&rs=AOn4CLD6NZLDT_9Ckx3fegrOmO9t5k-PVg)
[FULL] The Giant Killer Tan Joe Hok, Pesan Bung Karno, Gus Dur, dan Makna Imlek | ROSI

GA NYANGKA INI DI CHINA ❗️Ketemu Lagi KAMPUNG BERBAHASA JAWA di CHINA

AZMI ABUBAKAR: LUAR BIASA KEJAHATAN ORDE BARU TERHADAP TIONGHOA! MEREKA ADALAH INDONESIA!

Jejak Kedatangan China ke Indonesia: Sejarah, DNA, dan Identitas Bangsa | Helmy Yahya Bicara

BUKAN TIONGHOA TAPI BELA TIONGHOA MATI MATIAN. SIAPA AZMI ABUBAKAR?

Sambut bahasa Mandarin bersama Novi Basuki untuk masa depan yang cerah

CANDRA JAP | GUS DUR IS OF CHINESE Descent

GLODOK, TITIK AWAL KERAJAAN BISNIS ETNIS TIONGHOA DI JAKARTA | Vois Jas Merah #7

AZMI ABUBAKAR PUTRA ACEH PEJUANG PEMBELA TIONGHOA | The One

