201. KENALI DUA BENTUK KEDERMAWANAN | Kajian Wanita | Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
201. KENALI DUA BENTUK KEDERMAWANAN Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib Pasal: Keutamaan shadaqah Halaman 91 Batasan dari dermawan adalah memberikan apa yang menjadi kebutuhan pada saat ia dibutuhkan, dan menyampaikannya kepada orang yang berhak sesuai dengan kemampuan. Ini tidak seperti yang dikatakan oleh sebagian orang yang kurang ilmunya bahwasanya dermawan itu adalah memberikan apa yang ada. Apabila dermawan itu seperti perkataan orang ini, niscaya akan terjadilah pelampauan batas dan mubadzir. Sungguh al-Qur'an datang dengan mencela sifat ini (melampaui batas dan mubadzir), begitu pula dengan Sunnah datang melarang keduanya. Apabila dermawan itu terpuji, maka siapa saja yang berdiri pada batasannya, ia dinamakan orang yang murah hati dan pujian itu wajib baginya. Siapa saja yang kurang dari batasan itu maka ia termasuk bakhil dan celaan itu wajib baginya. Telah diriwayatkan dalam sebuah atsar: "Sesungguhnya Allah Ta'ala telah bersumpah dengan kemuliaan-Nya untuk tidak menjadikan orang bakhil berada di samping-Nya." Kedermawanan itu ada dua macam: Pertama, kedermawananmu terhadap apa yang ada di tangan orang selainmu (tidak minta-minta kepada orang dan inilah yang paling mulia. Kedua, kedermawananmu dengan memberikan apa yang ada padamu. Bisa jadi seseorang termasuk orang yang paling dermawan padahal ia tidak memberikan sedikit pun (dari sesuatu yang dimiliki-nya) kepada orang lain, karena sesungguhnya ia dermawan terhadap apa yang ada di tangan mereka. Inilah makna dari perkataan sebagian mereka, "Kedermawanan ialah engkau bershadaqah dengan hartamu dan menjauhkan diri dari harta orang lain (tidak minta-minta)." Aku (Ibnul Qayyim) telah mendengar Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, berkata, "Allah menurunkan wahyu kepada Ibrahim `Apakah engkau tahu mengapa Aku menjadikanmu kekasih?' Ibrahim berkata, `Tidak.' Allah berkata, (Karena Aku melihat engkau lebih suka memberi daripada meminta.' Ini adalah satu sifat di antara sifat-sifat Allah, karena sesungguhnya Allah senantiasa memberi dan tidak pernah meminta, memberi makan dan tidak minta diberi makan. Sedangkan Ibrahim adalah orang yang paling baik di antara orang-orang baik, yang paling dermawan di antara orang-orang dermawan, dan orang yang paling dicintai oleh Allah karena ia bersifat seperti sifat-Nya. Sesungguhnya Allah mencintai orang yang dermawan di antara hamba-hamba-Nya, Dia Maha Mengetahui dan mencintai orang-orang yang berilmu pengetahuan (para ulama), Dia Mahakuasa dan mencintai keberanian, dan Dia Mahaindah dan mencintai keindahan."

202. SEBAB ALLAH MENGANGKAT NABI IBRAHIM MENJADI KEKASIH | KAJIAN WANITA

195. TIPS MENJADI WANITA YANG BERUNTUNG | Kajian Wanita | Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri

182. PENGARUH MAKSIAT KE FISIK KITA | Kajian Wanita | Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri

2120. Riyaadhus Shaalihiin | Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri

54. ALLAH ﷻ INGIN KEBAIKAN UNTUK DIRIMU | Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib

Murottal Pagi Pembuka Rezeki | Surah Al Waqiah,Yasin,Ar Rahman,Al Mulk | murottal alquran merdu

MENJADI WANITA TERBAIK | Muslimah Mulia di Dunia dan Akhirat - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri

Belajar Bersyukur yang Benar - Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A

Jangan Sembarangan Menjamak Shalat! Begini Aturan Benarnya Menurut Fikih - Ustadz Ammi Nur Baits

KIAT-KIAT MEMBERSIHKAN HATI - Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

219. BERBUAT BAIKLAH KARENA INGIN DICINTAI | Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri

Wajib Tahu! 2 Amalan Wanita Akhir Zaman yang Paling Dicintai Allah | Ust. Adi Hidayat

185. SEDEKAH MENGURAI MASALAH | Kajian Wanita | Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahullah

PROBLEMATIKA MENCARI JODOH - EPISODE 1 - 101 TALK SHOW

Menjaga Keikhlasan Ibadah Di Era Media Sosial - Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA

FATIHA 7X AYATUL KURSI 7X KAFIRUN 7X IKHLAS 7X FALAQ 7X NAS

175. KIAT MENGEVALUASI DIRI | Tadzkiratus saami' | Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri

DZIKIR PAGI SESUAI SUNNAH RASUL | ZIKIR PEMBUKA PINTU REZEKI | Dzikir Mustajab Pagi

DON'T TALK MUCH - USTADZ SYAFIQ RIZA BASALAMAH

